Program perburuan bug ini akan dijalankan melalui platform HackerOne dan akan fokus pada konsol handheld 3DS. Nintendo menekankan, mereka tidak sedang mencari "kelemahan pada platform Nintendo yang lain, layanan jaringan atau kelemahan terkait server."
"Tujuan Nintendo adalah untuk memberikan lingkungan yang aman untuk pelanggan kami sehingga mereka bisa menikmati game dan layanan kami," kata Nintendo dalam halaman HackerOne mereka, seperti yang dikutip dari IB Times.
"Untuk mencapai hal ini, Nintendo tertarik untuk mendapatkan informasi kelemahan yang peneliti temukan pada platform Nintendo." Kali ini, Nintendo fokus pada kelemahan untuk pembajakan, kecurangan atau penyebaran konten tidak pantas untuk anak-anak.
Selama ini, Nintendo sangat protektif akan properti mereka dan telah mencari game buatan fans, eksploitasi, peretasan dan menuntut para pelakunya. Mengenai kelemahan dari segi hardware, Nintendo telah meminta para peneliti untuk mencari tahu tentang duplikasi berbiaya rendah dan deteksi kunci keamanan melalui bocoran informasi.
Orang yang pertama kali melaporkan kelemahan yang mereka temukan akan mendapatkan hadiah dalam nilai yang ditentukan oleh Nintendo. Hadiah ini akan memiliki rentang harga USD100 (Rp1,3 juta) hingga USD20 ribu, tergantung pada seberapa penting informasi yang ada dan kualitas dari laporan tersebut.
Nintendo juga mendorong para peneliti untuk melaporkan kelemahan secepat mungkin, bahkan jika Anda belum punya bukti konsep atau kode eksploitasi yang sudah bekerja. Para peneliti dapat menyerahkan kedua hal itu 3 minggu setelah melaporkan kelemahan yang ada.
Hadiah yang Nintendo berikan akan didapatkan pelapor setelah Nintendo membetulkan kelemahan yang ditemukan. Mereka juga menyebutkan, kelemahan yang ditemukan tidak boleh disebarkan ke pihak ketiga.
Program pemburuan bug telah banyak digunakan oleh perusahaan sebagai cara yang efektif untuk menemukan kelemahan pada sistem. Beberapa perusahaan yang telah melakukan program ini adalah Google dan Apple.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News