Booster Roket Jatuh di Dekat Kota di Tiongkok

Ellavie Ichlasa Amalia 14 Januari 2018 19:43 WIB
antariksationgkok
Booster Roket Jatuh di Dekat Kota di Tiongkok
Ilustrasi.
Jakarta: Booster roket Tiongkok jatuh di dekat sebuah kota kecil di barat daya Tiongkok setelah peluncuran roket pada hari Jumat waktu setempat. Booster tersebut meledak dan terbakar.

Booster tersebut merupakan salah satu booster yang digunakan pada roket Long March 3B, yang berhasil mengirimkan dua satelit ke orbit sebelum booster jatuh. Orang-orang yang tinggal di Xiangdu, yang ada di kawasan Guangxi, merekam kejadian ketika booster roket tersebut jatuh dan meledak. 
 
Long March 3B meluncur dari Xichang Satellite Launch Center, yang ada di provinsi Sichuan. Berbeda dengan tempat peluncuran roket di Amerika Serikat, pusat peluncuran ini terletak jatuh dari pantai Tiongkok.

Dengan begitu, roket yang diluncurkan dari tempat peluncuran tersebut harus terbang melalui daratan sebelum mencapai orbit. 


Itu artinya, ketika roket melepaskan beberapa komponennya -- seperti booster ekstra yang memberikan daya dorong tambahan -- bagian tersebut akan jatuh di daratan, yang mungkin ditinggali oleh orang-orang. 

"Ada peringatan untuk warga di tempat pendaratan, tergantung jenis peluncuran dan kemana komponen akan jatuh," kata Andrew Jones, seorang wartawan lepas yang membuat artikel tentang program peluncuran luar angkasa Tiongkok pada The Verge.

"Di beberapa tempat, mereka akan mengevakuasi kota atau sebuah kawasan. Dan mereka akan memperhitungkan tempat pendaratan ini dengan hati-hati, untuk menghindari kawasan yang ditinggali manusia."

Setelah jatuh, warga lokal mendatangi tempat booster untuk mengambil video dari terbakarnya booster tersebut. Booster itu tampaknya tidak melukai siapapun atau merusak bangunan. Namun, Long March menggunakan bahan bakar beracun, seperti hidrazin, yang bisa berbahaya jika mengenai kulit atau dihirup.

Untungnya, sebagian besar bahan bakar yang ada sudah habis sebelum booster terjatuh. Meskipun begitu, bahan bakar yang tersisa tetap bisa membahayakan orang-orang yang datang untuk menonton terbakarnya booster itu. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.