Qualcomm Klaim Apple Punya Hutang Royalti Rp106,5 Triliun

Ellavie Ichlasa Amalia 29 Oktober 2018 12:01 WIB
applequalcomm
Qualcomm Klaim Apple Punya Hutang Royalti Rp106,5 Triliun
Qualcomm dan Apple masih berseteru.
Jakarta: Pada hari Jumat, Qualcomm mengatakan bahwa Apple memiliki hutang sebesar USD7 miliar atas royalti paten yang belum dibayarkan. Mereka mengungkapkan ini di sidang pengadilan federal di San Diego, Amerika Serikat. 

Klaim Qualcomm ini adalah tuduhan terbaru dalam pertarungan hukum antara Apple dan Qualcomm yang dimulai pada dua tahun lalu.

Semua ini dimulai ketika Apple menuntut Qualcomm dengan nilai sekitar USD1 miliar, mengatakan bahwa perusahaan pembuat chip itu mendapatkan untung dari teknologi dengan standar tua, tapi bisa tetap mempertahankan dominasinya dengan taktik eksklusivitas dan pembayaran royalti yang sangat mahal, lapor Forbes


Apple mengatakan, Qualcomm memaksa mereka untuk membayar lebih dari lima kali lipat dari total biaya lisensi yang Apple gunakan dari perusahaan lain. 

Sang pembuat iPhone telah setuju dengan perjanjian ini selama bertahun-tahun. Namun, dua tahun lalu, mereka mendadak mengklaim bahwa Qualcomm berlaku tidak adil.

Memang, royalti yang dibayarkan Apple pada Qualcomm mencapai 5 persen dari harga iPhone. Itu artinya, seiring dengan naiknya harga iPhone, maka biaya royalti yang harus Apple bayarkan pada Qualcomm juga naik. 

"Semakin banyak fitur unik yang Apple buat seperti Touch ID, layar dan kamera yang canggih, semakin banyak uang yang Qualcomm dapatkan tanpa membantu apapun dan semakin mahal bagi kami untuk mendanai inovasi kami," kata Apple. 

Apple memang telah menahan pembayaran royalti pada Qualcomm sejak masalah ini dimulai pada dua tahun lalu. Pada bulan April lalu, Apple dan para penyuplai dikabarkan menahan pembayaran lisensi sebesar USD1 miliar.

Menurut Qualcomm, angka itu telah naik cukup tajam sekarang. Bulan lalu, Qualcomm juga mengatakan bahwa mereka memiliki bukti bahwa Apple mencuri teknologi rahasia mereka dan memberikannya padda Intel.

Meskipun begitu, CEO Qualcomm mengatakan bahwa dia berharap, Qualcomm akan tetap bisa berbisnis dengan Apple.

Sementara CEO Apple Timm Cook menyebutkan bahwa dia terbuka untuk menyelesaikan masalah hukum ini. Pada saat yang sama, dia memperkirakan, masalah ini akan memakan waktu yang tidak sebentar. 



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.