Alih-alih menekan harga, Samsung lebih tertarik untuk menyediakan layanan purna jual yang baik dan konten ekstra sebagai nilai jual dari ponselnya. Hal ini disampaikan oleh Product Marketing Manager, Samsung Electronics Indonesia, Irfan Rinaldi dalam workshop yang digelar di Bali.
"Dari segi konten, kita harus memberikan value lebih, seperti Samsung Gift Indonesia dan Samsung Pay," ujarnya, Selasa (11/4/2017). Terkait Samsung Pay, dia mengaku Samsung tertarik untuk membawa solusi pembayaran digital tersebut ke Indonesia.
Namun, dia tidak menyebutkan kapan tepatnya Samsung Pay akan tersedia di Indonesia. Dia memperkirakan, ia tidak akan diluncurkan pada tahun ini. Alasannya karena untuk menyediakan Samsung Pay, maka perusahaan asal Korea Selatan itu harus berurusan dengan banyak pemangku kepentingan, seperti Bank Indonesia, pelaku perbankan atau pihak issuer seperti VISA atau MasterCard.
Pada awalnya, Samsung Pay hanya tersedia untuk smartphone premium Samsung. Namun, bulan lalu, perusahaan asal Korea Selatan itu mulai berencana untuk membawa Samsung Pay ke lini smartphone kelas menengah di India. Tujuannya adalah untuk memperluas jangkauan solusi pembayaran digital tersebut.
Terkait ponsel apa yang akan memiliki Samsung Pay, Irfan juga enggan untuk menjawab. Dia hanya mengatakan, selama sebuah ponsel sudah memiliki spesifikasi yang mumpuni, ia bisa ditanamkan Samsung Pay.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News