Foto: Here Technologies
Foto: Here Technologies

Salah Rute Berujung Rugi, Pengendara Motor Indonesia Sangat Ngandalin Map

Mohamad Mamduh • 12 Mei 2026 10:22
Ringkasnya gini..
  • Data menunjukkan bahwa hampir satu dari dua pengendara di Indonesia sering atau bahkan selalu mengandalkan aplikasi navigasi saat berada di jalan raya.
  • Ada beberapa tantangan utama yang sering dihadapi pengendara, seperti estimasi waktu tempuh yang tidak akurat.
  • Teknologi ini harus mampu menjadi mitra strategis yang mendukung keselamatan dan keberlangsungan ekonomi para pengendara.
Jakarta: Tingginya ketergantungan pengendara sepeda motor di Indonesia terhadap teknologi navigasi kini menjadi faktor penentu dalam menjaga produktivitas dan efisiensi pendapatan.
 
Studi terbaru dari Here Technologies bertajuk Inside the Two-Wheeler Landscape in APAC: Key Trends and Rider Behaviors mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar kendaraan roda dua yang paling bergantung pada sistem navigasi di kawasan Asia Pasifik.
 
Hal ini tidak mengherankan mengingat kendaraan roda dua merupakan tulang punggung mobilitas harian sekaligus sumber penghasilan bagi banyak orang di tanah air.

Berdasarkan riset yang dilakukan terhadap 400 responden di Indonesia, ditemukan bahwa 96% pengendara menggunakan kendaraan roda dua untuk mobilitas harian mereka. Tingginya intensitas ini menjadikan sistem navigasi sebagai alat vital untuk menembus kemacetan, memilih rute yang lebih aman, dan memastikan waktu tempuh yang lebih terprediksi.
 
Data menunjukkan bahwa hampir satu dari dua pengendara di Indonesia sering atau bahkan selalu mengandalkan aplikasi navigasi saat berada di jalan raya. Di tengah kondisi jalan yang rumit, fitur petunjuk arah melalui suara menjadi yang paling diminati oleh 67% responden karena membantu mereka tetap fokus berkendara tanpa harus terus-menerus menatap layar ponsel.
 
Namun, studi ini juga menyoroti adanya kesenjangan akurasi yang berdampak serius, terutama bagi para pekerja lepasan dan kurir. Bagi kelompok ini, kesalahan rute bukan sekadar masalah salah jalan, melainkan kerugian nyata berupa pemborosan waktu dan penurunan pendapatan harian.
 
Ada beberapa tantangan utama yang sering dihadapi pengendara, seperti estimasi waktu tempuh yang tidak akurat, keterlambatan akibat panduan rute yang kurang optimal, hingga saran jalan pintas yang seringkali dianggap tidak aman oleh pengendara itu sendiri.
 
Abhijit Sengupta, General Manager Asia Tenggara dan India di Here Technologies, menekankan bahwa bagi pengendara di Indonesia, setiap keterlambatan memiliki dampak berlipat. Kesalahan kecil dalam navigasi dapat menyebabkan kegagalan jadwal pengiriman dan secara langsung memangkas penghasilan mereka.
 
Oleh karena itu, presisi dan pembaruan informasi secara real-time menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditawar lagi. Selain efisiensi rute, pengendara juga mengharapkan fitur tambahan yang terintegrasi, seperti peringatan pencurian dan statistik performa kendaraan, guna meningkatkan rasa aman selama di perjalanan.
 
Meskipun menghadapi berbagai kendala rute, tingkat kepuasan pengendara di Indonesia terhadap teknologi navigasi tetap tergolong tinggi di Asia Pasifik dengan skor rata-rata mencapai 8,18. Sistem navigasi masa depan harus berevolusi lebih dari sekadar penunjuk jalan.
 
Teknologi ini harus mampu menjadi mitra strategis yang mendukung keselamatan dan keberlangsungan ekonomi para pengendara di tengah dinamika lalu lintas Indonesia yang sangat kompleks dan menuntut ketepatan waktu.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA