Ini Biaya Manufaktur Android untuk Gunakan Play Store

Ellavie Ichlasa Amalia 20 Oktober 2018 15:52 WIB
google
Ini Biaya Manufaktur Android untuk Gunakan Play Store
Manufaktur Android harus bayar ke Google untuk gunakan layanan mereka.
Jakarta: Manufaktur Android akan harus membayar sejumlah uang pada Google untuk bisa menggunakan Play Store dan aplikasi dan layanan mereka pada ponsel, menurut dokumen yang didapatkan oleh The Verge

Jumlah ongkos yang harus dibayar berbeda-beda, tergantung pada jenis perangkat dan negara perangkat diluncurkan. Namun, biaya ini bisa mencapai USD40 (Rp607 ribu) per perangkat. Hal ini akan mulai berlaku untuk perangkat yang diaktifkan pada dan setelah 1 Februari 2019. 

Untungnya, perusahaan pembuat Android mungkin tidak harus membayar biaya itu. GOogle menawarkan perjanjian terpisah untuk biaya lisensi bagi perusahaan yang mau memasang Chrome dan Google Search pada ponsel mereka secara suka rela. 


Persyaratan lisensi dari Google berubah pada bulan ini karena Komisi Eropa melarang perusahaan pencarian itu untuk memaksa manufaktur ponsel untuk langsung menyertakan Chrome dan Search pada ponsel mereka.

Biaya yang harus dibayar perusahaan manufaktur Android berbeda-beda, tergantung pada negara. Negara-negara di Eropa akan dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok dengan biaya termahal terdiri dari Inggris, Swedia, Jerman, Norwedia, dan Belanda.

Di negara-negara tersebut, ponsel dengan kepadatan pixel lebih dari 500 ppi harus membayar USD40 untuk sekumpulan apliaksi dari Google.

Sementara ponsel dengan kepadatan pixel 400 sampai 500 ppi harus membayar USD20 (Rp303 ribu) dan perangkat dengan kepadatan piksel di bawah 400 ppi hanya perlu membayar USD10 (Rp151 ribu). 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.