Meta mulai menguji WhatsApp Plus dengan fitur premium seperti tema custom, sticker eksklusif, dan pin chat tambahan, tetapi dinilai belum terlalu menarik.
Meta mulai menguji WhatsApp Plus dengan fitur premium seperti tema custom, sticker eksklusif, dan pin chat tambahan, tetapi dinilai belum terlalu menarik.

Meta Mulai Ngetes WhatsApp Plus, Tapi Fitur Tambahannya...

Lufthi Anggraeni • 12 Mei 2026 10:06
Ringkasnya gini..
  • Meta mulai menguji WhatsApp Plus dengan fitur premium berbasis personalisasi.
  • Fitur tambahan mencakup tema baru, ikon custom, sticker premium, dan pin chat hingga 20 percakapan.
  • Digital Trends menilai WhatsApp Plus belum cukup menarik karena sebagian besar fitur bersifat kosmetik.
Jakarta: Meta mulai menguji layanan berlangganan baru bernama WhatsApp Plus, menghadirkan berbagai fitur tambahan untuk pengguna WhatsApp. Paket premium ini saat ini mulai diuji secara terbatas di Android dan iPhone, dengan fokus utama pada personalisasi tampilan dan pengelolaan chat.
 
Mengutip Digital Trends, keberadaan WhatsApp Plus belum menawarkan perubahan besar pada pengalaman inti aplikasi. Sebagian besar fitur yang diberikan lebih bersifat kosmetik dan fitur kenyamanan atau convenience feature dibandingkan dengan peningkatan fungsi komunikasi utama. 
 
WhatsApp Plus disebut menghadirkan sejumlah fitur tambahan seperti tema aplikasi baru, ikon custom, ringtone eksklusif, sticker premium, hingga kemampuan pin chat lebih banyak. Pengguna premium juga dapat mengubah warna antarmuka aplikasi dengan lebih banyak opsi dibandingkan dengan versi standar.

Salah satu fitur paling praktis adalah peningkatan jumlah pinned chat dari tiga menjadi hingga 20 percakapan. Meta juga menambahkan opsi custom list dan bulk settings untuk mengatur beberapa chat sekaligus dengan tema atau notifikasi tertentu.
 
Di Eropa, harga WhatsApp Plus dilaporkan berada di kisaran EUR2,49 per bulan atau sekitar Rp45 ribuan. Paket ini bersifat opsional sehingga pengguna gratis tetap dapat memakai seluruh fitur utama WhatsApp seperti chatting, voice call, video call, grup, dan end-to-end encryption tanpa batasan tambahan.
 
Meta juga menegaskan bahwa WhatsApp Plus tidak akan menghapus fitur inti dari pengguna gratis. Strategi ini dinilai serupa pendekatan Snapchat Plus atau Telegram Premium yang menawarkan fitur tambahan tanpa memaksa pengguna biasa untuk berlangganan.
 
Meski begitu, Digital Trends menilai sejumlah fitur yang ditawarkan WhatsApp Plus masih kurang menarik dibanding kompetitor. Telegram misalnya sudah lama menyediakan banyak opsi personalisasi dan pengaturan tampilan secara gratis tanpa biaya langganan tambahan.
 
Laporan juga menyebut sebagian besar pengguna berpotensi tidak akan merasa perlu membayar hanya untuk mendapatkan tema baru, ikon aplikasi berbeda, atau ringtone eksklusif. Fitur pin chat tambahan disebut menjadi salah satu peningkatan paling berguna, tetapi belum cukup kuat untuk menarik mayoritas pengguna WhatsApp agar berlangganan.
 
Peluncuran WhatsApp Plus juga memperlihatkan arah baru strategi monetisasi Meta. Setelah sebelumnya menghadirkan Meta Verified dan mulai menguji Instagram Plus, Meta kini terlihat semakin agresif mencari sumber pendapatan baru melalui layanan subscription di aplikasi sosial mereka.
 
Hingga saat ini WhatsApp Plus masih berada dalam tahap uji coba terbatas dan belum tersedia secara global. Meta juga belum mengumumkan jadwal peluncuran resmi untuk seluruh pengguna.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA