Samsung Galaxy A57 5G hadir dengan desain tipis dan Galaxy AI, namun peningkatan performa, kamera, dan efisiensi daya dinilai masih minim.
Samsung Galaxy A57 5G hadir dengan desain tipis dan Galaxy AI, namun peningkatan performa, kamera, dan efisiensi daya dinilai masih minim.

Samsung Galaxy A57 5G, Desain Tipis dan Fitur AI Menarik, Namun Peningkatan Dinilai Kurang Signifikan

Lufthi Anggraeni • 10 April 2026 13:26
Ringkasnya gini..
  • Peningkatan Galaxy A57 5G dinilai minim, terutama di performa, kamera, dan efisiensi daya.
  • Harga mulai Rp7 jutaan membuatnya kurang kompetitif dibandingkan dengan pesaing.
  • Keunggulan utama ada pada desain tipis, fitur Galaxy AI, dan update software hingga 6 tahun.
Jakarta: Samsung kembali meramaikan segmen kelas menengah melalui kehadiran Samsung Galaxy A57 5G pada bulan April 2026. Perangkat ini membawa sejumlah keunggulan seperti desain yang kian tipis, dukungan Galaxy AI, serta jaminan pembaruan perangkat lunak hingga enam tahun.
 
Namun, berdasarkan berbagai ulasan awal, peningkatan yang dihadirkan dinilai belum cukup signifikan, terutama jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya maupun kompetitor di kelas harga serupa. Berikut adalah rincian kekurangan Samsung Galaxy A57 5G.

Peningkatan Performa Minim

Salah satu sorotan utama terletak pada performanya yang dianggap belum mengalami lompatan besar. Penggunaan chipset Exynos 1680 memang memberikan peningkatan, tetapi tidak terlalu terasa dalam penggunaan sehari-hari dan masih tergolong standar untuk menjalankan game berat seperti Genshin Impact dengan pengaturan tinggi.

Kamera Kurang Inovatif

Di sektor kamera, Samsung masih mempertahankan sensor utama 50 MP tanpa pembaruan signifikan. Hal ini membuat kualitas hasil foto dinilai tidak mengalami peningkatan drastis dibandingkan model sebelumnya, sehingga terasa kurang inovatif di tengah persaingan yang semakin ketat.

Harga Cukup Mahal

Dari sisi harga, Galaxy A57 5G dibanderol mulai dari kisaran Rp7 jutaan, yang membuatnya terlihat cukup mahal di kelas menengah. Dalam rentang harga tersebut, beberapa kompetitor bahkan menawarkan performa lebih tinggi atau fitur yang lebih agresif.

Efisiensi Daya

Selain itu, efisiensi daya juga menjadi perhatian. Meskipun dibekali baterai 5.000 mAh, peningkatan efisiensinya belum terlalu terasa. Pengisian daya cepat 45W memang menjadi nilai tambah, tetapi belum sepenuhnya menutupi kekurangan dalam manajemen daya.

Kelengkapan

Terakhir, dari segi kelengkapan, perangkat ini mengikuti tren Samsung yang tidak lagi menyertakan kepala charger dalam paket penjualan. Hal ini bisa menjadi pertimbangan tambahan bagi pengguna yang menginginkan paket lebih lengkap.
 
Namun di balik sejumlah kekurangan tersebut, Galaxy A57 5G tetap menawarkan daya tarik tersendiri. Desain bodinya yang tipis memberikan kenyamanan saat digenggam dan meningkatkan kesan premium.

Selain itu, kehadiran Galaxy AI menjadi nilai tambah yang memperkaya pengalaman penggunaan, terutama dalam hal produktivitas dan pengolahan konten. Samsung juga memberikan jaminan pembaruan software hingga enam tahun, keunggulan yang jarang ditemukan di segmen menengah dan menjadi nilai jual utama bagi pengguna yang menginginkan perangkat tahan lama.
 
Samsung Galaxy A57 5G hadir sebagai perangkat kelas menengah dengan pendekatan yang lebih matang dari sisi desain dan software. Namun, peningkatan yang relatif minim di sektor performa, kamera, dan efisiensi daya membuatnya terasa kurang menonjol dibandingkan dengan pesaing di kelas harga serupa.
 
Kendati demikian, keunggulan seperti desain tipis, fitur AI, serta dukungan update jangka panjang tetap menjadikannya pilihan menarik bagi pengguna yang mengutamakan kenyamanan dan keberlanjutan penggunaan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA