Linda Yao, Vice President & General Manager Hybrid Cloud and AI Solutions Lenovo
Linda Yao, Vice President & General Manager Hybrid Cloud and AI Solutions Lenovo

Lenovo Tech World 26 Hong Kong

Asia-Pasifik Masuki Era Enterprise AI Berskala Besar

Mohamad Mamduh • 16 Maret 2026 12:51
Ringkasnya gini..
  • Data menunjukkan tren investasi yang masif: 96% organisasi di Asia-Pasifik berencana meningkatkan anggaran AI mereka pada tahun 2026.
  • Salah satu tren paling menarik yang dibahas adalah lonjakan minat terhadap Agentic AI.
  • Dalam ranah internal, Lenovo menggunakan agen AI super yang disebut iChain.
Hong Kong: Gelaran Lenovo Tech World 2026 Hong Kong menandai babak baru bagi lanskap teknologi di Asia-Pasifik. Dalam sesi roundtable yang dihadiri oleh para eksekutif puncak Lenovo, terungkap bahwa wilayah ini telah melampaui fase eksperimen AI dan kini sedang berlomba-lomba mengoperasionalisasikan AI skala perusahaan (Enterprise AI) untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang nyata.
 
Fokus utama dari diskusi ini adalah bagaimana organisasi dapat beralih dari sekadar mencoba-coba (Proof of Concept) menuju implementasi AI yang berdampak langsung pada operasional dan strategi bisnis. Tantangan utamanya bukan lagi pada "apakah AI bisa bekerja," melainkan "bagaimana menskalakannya agar memberikan keuntungan".
 
Matt Codrington, Vice President dan General Manager Lenovo Greater Asia Pacific, menekankan bahwa AI kini menjadi prioritas utama bagi para pemimpin bisnis di kawasan ini. "CIO dan CEO sama-sama menyadari bahwa AI adalah kunci untuk pertumbuhan substansial, bukan sekadar peningkatan efisiensi," ujarnya, merujuk pada temuan dari CIO Playbook 2026.

Data menunjukkan tren investasi yang masif: 96% organisasi di Asia-Pasifik berencana meningkatkan anggaran AI mereka pada tahun 2026, dengan pertumbuhan setidaknya 15% dari tahun ke tahun. Kepercayaan ini didukung oleh rata-rata pengembalian investasi (ROI) saat ini yang mencapai USD2,85 untuk setiap dolar yang diinvestasikan.
 
Menanggapi kebutuhan skalabilitas tersebut, Art Hu, SVP, Global CIO Lenovo sekaligus Chief Technology dan Delivery Officer SSG, memaparkan kerangka kerja baru Lenovo: Hybrid AI Advantage.
 
Strategi ini dirancang untuk mengatasi hambatan yang sering dihadapi perusahaan dalam mengimplementasikan AI secara luas. "Kami menyediakan infrastruktur modular yang kami sebut Hybrid AI Factory," jelas Art. "Ini mencakup AI PC di tangan pengguna, AI di edge untuk pemrosesan data waktu nyata, hingga pusat data skala besar di cloud."
 
Kunci dari strategi ini adalah AI yang bersifat hibrida—gabungan antara data publik dan data internal perusahaan yang aman. Hal ini sangat penting untuk memastikan privasi, keamanan, dan kepatuhan regulasi, yang menjadi perhatian utama 88% CIO di wilayah ini.
 
Salah satu tren paling menarik yang dibahas adalah lonjakan minat terhadap Agentic AI—sistem yang tidak hanya menganalisis tetapi juga mampu mengambil tindakan secara mandiri dalam batasan tertentu.
 
Linda Yao, Vice President & General Manager Hybrid Cloud & AI Solutions Lenovo SSG, menjelaskan, ketertarikan pada agen AI meningkat dua kali lipat dalam satu tahun terakhir. Ini bukan lagi tentang sistem yang hanya menjawab pertanyaan, melainkan agen yang mengelola proses bisnis secara end-to-end.
 
Lenovo memamerkan contoh nyata penggunaan teknologi ini. Di bidang olahraga, Lenovo membantu FIFA membangun pusat komando cerdas yang mengintegrasikan data operasional dari stadion dengan analisis perilaku penggemar global secara waktu nyata.
 
Dalam ranah internal, Lenovo menggunakan agen AI super yang disebut iChain untuk mengelola rantai pasok globalnya yang kompleks, memungkinkan koordinasi dengan ribuan pemasok setiap detiknya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA