Mode berkemah di Polytron G3+
Mode berkemah di Polytron G3+

Bikin Tenang, Polytron G3+ Punya Mode Camping

Mohamad Mamduh • 29 Januari 2026 13:36
Ringkasnya gini..
  • Secara teknis, V2L dimungkinkan oleh inverter dua arah (bi-directional) yang tertanam di dalam sistem kelistrikan.
  • Fitur ini menandai pergeseran fungsi mobil menjadi hub energi bergerak (mobile energy hub).
  • Di luar rekreasi, V2L memiliki nilai strategis sebagai sumber daya darurat.
Jakarta: Narasi mengenai kendaraan listrik (EV) sering kali berhenti pada seberapa jauh ia bisa melaju atau seberapa cepat pengisian dayanya. Polytron mencoba menawakan lebih dari itu lewat mobil listrik G3+. Di balik desain SUV bongsornya, mobil ini punya fitur killer yang tidak dimiliki oleh varian standarnya: kemampuan untuk berfungsi sebagai powerbank raksasa berdaya tinggi melalui teknologi Vehicle-to-Load (V2L).
 
Fitur ini menandai pergeseran fungsi mobil menjadi hub energi bergerak (mobile energy hub). Kemampuan V2L pada Polytron G3+ adalah fitur fungsional yang memiliki implikasi nyata bagi gaya hidup modern dan kesiapsiagaan darurat.
 
Secara teknis, V2L dimungkinkan oleh inverter dua arah (bi-directional) yang tertanam di dalam sistem kelistrikan. Jika biasanya arus listrik mengalir dari stasiun pengisian ke baterai mobil (AC ke DC), fitur V2L membalikkan proses tersebut. Sistem ini mengambil energi DC dari baterai besar berkapasitas 51,9 kWh dan mengonversinya kembali menjadi arus bolak-balik (AC) 220 Volt.

Hasilnya adalah pasokan listrik yang dapat digunakan untuk menyalakan perangkat elektronik rumah tangga standar. Berdasarkan data spesifikasi, fitur ini eksklusif hadir pada varian G3+ dan tidak tersedia pada varian G3 standar. 
 
Polytron tampaknya sangat memahami tren glamping (glamorous camping) dan overlanding yang sedang menjamur di Indonesia. Polytron secara spesifik menonjolkan fitur Camping Mode. Mode ini adalah pengaturan perangkat lunak yang mencegah sistem mobil "tidur" saat daya sedang ditarik dalam kondisi parkir, sekaligus mematikan fitur-fitur yang tidak perlu (seperti lampu utama) untuk menghemat energi.
 
Dengan adaptor V2L yang disertakan sebagai bonus pembelian, pengguna dapat mencolokkan peralatan seperti kompor induksi, ketel listrik, pemanggang kopi, hingga proyektor film langsung ke port pengisian daya mobil. Ini mengeliminasi kebutuhan membawa genset bensin yang bising dan berpolusi saat berkemah, menciptakan pengalaman menikmati alam yang benar-benar hening dan bersih.
 
Di luar rekreasi, V2L memiliki nilai strategis sebagai sumber daya darurat. Dengan kapasitas baterai 51,9 kWh, secara teoretis mobil ini menyimpan energi yang setara dengan konsumsi listrik rumah tangga rata-rata (misal daya 2.200 VA) selama berhari-hari.
 
Meskipun output daya puncaknya dibatasi (umumnya sekitar 2.200 hingga 3.300 Watt pada mobil sekelas ini), kapasitas tersebut sudah lebih dari cukup untuk menyalakan kebutuhan kritis seperti lemari es, kipas angin, lampu darurat, dan mengisi ulang laptop atau ponsel saat listrik rumah padam.
 
Harga mobil listrik Polytron G3+ di Indonesia harganya mulai dari Rp459 juta (On The Road/OTR) untuk tipe Buy to Own (beli unit dan baterai). Untuk model berlangganan (Battery as a Service) harganya mulai dari Rp299 juta dengan tambahan sewa baterai sekitar Rp1,2 juta per bulan. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA