WhatsApp. (TNW)
WhatsApp. (TNW)

Tekan Hoaks Covid-19, WhatsApp Batasi Penyebaran Pesan Berantai

Teknologi media sosial teknologi Virus Korona whatsapp cyber security
Cahyandaru Kuncorojati • 07 April 2020 15:12
Jakarta: Anak perusahaan dari Facebook Inc yaitu WhatsApp ikut mengambil kebijakan baru di tengah pandemi COVID-19 atau virus Korona. Aplikasi messaging terpopuler ini memutuskan untuk ikut menekan hoaks terkait pandemi tersebut.
 
WhatsApp menyadari bahwa di tengah pandemi saat ini layanan mereka tetap dimanfaatkan sebagai media penyebaran hoaks oleh pihak tidak bertanggu jawab. Salah satunya adalah penyebaran hoaks dalam bentuk pesan berantai.
 
Dikutip dari halaman blog resmi WhatsApp, mereka mengumumkan peningkatan peraturan di dalam layanan terkait fitur meneruskan pesan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tahun lalu WhatsApp memperkenalkan label berupa dua tanda panah pada pesan berantai atau yang diteruskan. Label ini akan muncul pada pesan yang diketahui pihak WhatsApp dikirimkan oleh penggunanya ke lima orang pengguna lain sekaligus.
 
Baca: Menara BTS 5G Dibakar Akibat Hoaks Soal Virus Korona
 
Jadi label ini menandai bahwa isi pesan berantai ini patut dicuragai keberanannya. Sekarang, WhatsApp akan membatasi bahwa setiap pesan hanya bisa diteruskan atau forwarding hanya kepada satu kontak atau pengguna lain untuk satu kali.
 
Menurut WhatsApp cara ini akan efektif menekan kecepatan penyebaran pesan berantai berisi hoaks. Jadi memberikan waktu bagi pengguna layanan untuk lebih dulu menemukan fakta atau informasi yang valid, tidak dibanjiri oleh hoaks.
 
"Kami telah mengambil beberapa langkah sejak beberapa waktu lalu untuk membatasi pesan viral yang akan diteruskan, cara ini menghasilkan penurunan penyebaran atau forwading pesan secara global hingga 25 persen," tulis pihak WhatsApp.
 
Artinya, laju kecepatan penyebaran hoaks dinilai menurun drastis di layanan WhatsApp. Mereka sudah menyebari bahwa kecepatan sebuah pesan disebarkan atau diteruskan (forward) juga berkontribusi atas penyebaran hoaks.
 
Baca: Kominfo: Beredar 267 Hoaks Seputra Virus Korona
 
"Sebagai tambahan kami juga sudah bekerja sama dengan organisasi non-profit, pemerintah , dan lembaga internasional untuk terhubung dengan semua orang untuk mendapatkan informasi yang akurat saat dibutuhkan," jelas WhatsApp.
 
Di Indonesia dan negara lainnya, WhatsApp memberikan dukungan pembuatan chatbot yang bisa memberikan panduan dan jawaban terkait pertanyaan pengguna WhatsApp mengenai virus Korona atau COVID-19.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif