Ilustrasi.
Ilustrasi.

Menara BTS 5G Dibakar Akibat Hoaks Soal Virus Korona

Teknologi Virus Korona telekomunikasi
Cahyandaru Kuncorojati • 05 April 2020 19:01
Jakarta: Tiga menara BTS (Base Tranceiver Station) untuk jaringan 5G di kota Birmingham, Liverpool, dan Merseyside terbakar. Pemerintah Inggris menyatakan mereka belum mengetahui siapa pelaku pembakaran fasilitas telekomunikasi tersebut.
 
Namun, penyebabnya diduga kuat akibat beredarnya hoaks di media sosial warga Inggris terkait virus korona atau Covid-19. Video pembakaran menara BTS 5G tersebut sudah ramai beredar di YouTube dan Facebook.
 
Dikutip dari BBC, beredar hoaks bahwa teknologi 5G ikut menjadi media penyebaran pandemi virus Korona dari Tiongkok, sebab virus tersebut pertama kali dari negara itu yang juga sudah menggunakan 5G.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah Inggris akhirnya turun tangan untuk memberikan klarifikasi terkait hoaks yang beredar karena aksi ini dianggap berbahaya. Jaringan telekomunikasi saat ini sangat membutuhkan dukungan untuk membantu kolaborasi penanganan pandemi.
 
Menteri Kabinet Inggris, Michael Gove menyatakan bahwa hoak tersebut omong kosong yang berbahaya. Bekerja sama dengan lembaga kesehatan yang berwenang di Inggris mereka membagikan bantahan atas hoaks yang sudah beredar luas.
 
Direktur National Health Services, Stephen Powis ikut memberikan klarifikasi dalam konferensi terkait respon pemerintah atas hoaks ini. Dia menyatakan hoaks tersebut sangat tidak masuk akal.
 
"Saya sangat marah dan kecewa dengan mereka yang melakukan aksi perusakan terhadap infrastruktur yang dibutuhkan dalam keadaan darurat seperti saat ini," tuturnya. Bahkan pekerja telekomunkasi di Inggris sempat mendapatkan ancaman dari pihak tidak terkenal akibat hoaks ini.
 
Aksi ini jelas akan sangat menggangu keberlangsungan bisnis telekomunikasi termasuk dalam kondisi saat ini. Telekomunikasi terutama layanan internet menjadi sangat penting untuk mendukung kegiatan bekerja dari rumah dan layanan lainnya termasuk fasilitas kesehatan.
 
Dikutip dari The Verge, pihak Facebook dinilai lamban merespons hoaks yang beredar di layanannya. Dilaporkan bahwa grup yang menyebarkan hoaks ini sudah sempat dilaporkan tapi tidak ditindak oleh Facebook. Setelah kasus ini ramai baru Facebook menghapus grup tersebut.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif