Amar Babu menekankan bahwa saat ini teknologi AI tidak lagi terbatas pada sektor korporasi (enterprise). Ia telah merambah ke ruang personal untuk membantu aktivitas sehari-hari. Salah satu tantangan utama yang dihadapi pengguna saat ini adalah fragmentasi data di berbagai perangkat, mulai dari ponsel pintar, PC, hingga smartwatch.
"Fragmentasi data ini menciptakan hambatan dan membatasi seberapa cerdas teknologi dapat bekerja untuk kita," ujar Amar di hadapan mitra dan pelanggan dari seluruh Asia Tenggara.
Sebagai solusi atas tantangan tersebut, Lenovo resmi memperkenalkan Lenovo Qira, sebuah personal AI super agent pertama yang menghidupkan visi interaksi manusia dengan mesin. Berbeda dengan asisten digital konvensional, Qira bekerja di tingkat sistem untuk menyatukan ekosistem perangkat Lenovo dan Motorola secara mulus.
Qira dirancang untuk terus belajar, mendengar, dan melihat apa yang dialami pengguna guna memahami konteks jangka pendek maupun jangka panjang. Kecerdasan ini memungkinkan Qira untuk tidak hanya meniru, tetapi benar-benar memahami preferensi, kebiasaan, hingga niat penggunanya.
"Ini bukan AI yang sekadar meniru. Ini adalah AI yang memahami, menjadi kembaran personal, dan membantu mencapai lebih banyak hal setiap hari," tambah Babu.
Dalam demonstrasi yang menarik, Amar menunjukkan bagaimana Qira telah mempelajari kebiasaannya, termasuk kegemarannya terhadap makanan khas Hong Kong, egg tart. Qira mampu menyinkronkan data aktivitas fisik dari perangkat wearable untuk memberikan rekomendasi apakah pengguna layak menikmati makanan berkalori tinggi berdasarkan latihan fisik yang dilakukan hari itu.
Hebatnya lagi, atas izin pengguna, Qira dapat mengambil tindakan nyata seperti mengidentifikasi lokasi penjualan terbaik hingga memesan makanan tersebut secara otomatis. Kemudahan ini dapat diakses melalui berbagai cara, seperti perintah suara Hey Qira, tombol khusus Qira key di keyboard, atau melalui antarmuka visual di layar perangkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News