Korea Selatan memperkenalkan robot biksu humanoid bernama Gabi di Jogyesa Temple sebagai simbol perpaduan AI, robotika, dan spiritualitas modern.
Korea Selatan memperkenalkan robot biksu humanoid bernama Gabi di Jogyesa Temple sebagai simbol perpaduan AI, robotika, dan spiritualitas modern.

Korea Selatan Perkenalkan Robot Biksu di Kuil Buddha, Simbol Baru Perpaduan AI dan Spiritualitas

Lufthi Anggraeni • 09 Mei 2026 00:33
Ringkasnya gini..
  • Korea Selatan memperkenalkan robot humanoid bernama Gabi sebagai biksu robot di Jogyesa Temple.
  • Robot tersebut menjalani prosesi simbolis penahbisan dan menerima aturan moral khusus untuk AI.
  • Kehadiran Gabi menjadi bagian dari upaya modernisasi ajaran Buddha agar lebih dekat dengan generasi muda.
Jakarta: Korea Selatan kembali menunjukkan pendekatan unik dalam menggabungkan teknologi dan tradisi budaya. Sebuah kuil Buddha di Seoul memperkenalkan robot humanoid bernama Gabi yang secara simbolis menjalani prosesi penahbisan sebagai biksu Buddha.
 
Mengutip The Guardian, peristiwa tersebut berlangsung di Jogyesa Temple, markas utama Ordo Jogye, aliran Buddha terbesar di Korea Selatan. Dalam upacara tersebut, Gabi mengenakan jubah biksu berwarna saffron dan menerima rangkaian doa serta sertifikat penahbisan layaknya calon biksu manusia.
 
Robot humanoid setinggi sekitar 130 cm itu juga mengikuti ritual penghormatan di hadapan biksu dan pengunjung kuil. Pihak kuil menyebut langkah ini bukan sekadar atraksi teknologi, melainkan bagian dari upaya mendekatkan ajaran Buddha kepada generasi muda yang kian akrab dengan AI dan robotika.

Ordo Jogye diketahui tengah gencar melakukan pendekatan modern melalui aplikasi meditasi, merchandise, hingga strategi media sosial untuk menarik minat anak muda terhadap kehidupan spiritual. Menariknya, Gabi juga menerima lima aturan moral atau precepts yang telah dimodifikasi khusus untuk robot.
 
Aturan tersebut mencakup larangan merusak kehidupan, merusak robot lain atau benda, melakukan tindakan menipu, hingga bersikap tidak hormat terhadap manusia. Salah satu aturan unik yang diberikan adalah larangan overcharging, dimaknai bukan hanya soal baterai, tetapi juga simbol pengendalian diri terhadap hal berlebihan.
 
Menurut Bhadanta Sungwon selaku Direktur Urusan Budaya Ordo Jogye, kehadiran robot di kuil dimaksudkan untuk membantu masyarakat lebih nyaman mendekati agama di era teknologi modern. Bhadanta Sungwon menilai robot dan AI akan menjadi bagian penting dari kehidupan manusia di masa depan sehingga institusi keagamaan juga perlu mulai beradaptasi.
 
Kendati demikian, pihak kuil menegaskan robot tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran biksu manusia. Gabi lebih diposisikan sebagai simbol edukasi dan medium interaksi baru antara agama, teknologi, dan masyarakat modern.
 
Fenomena robot spiritual sebenarnya bukan pertama kali muncul di Asia. Sebelumnya Jepang juga memperkenalkan robot Buddha seperti Mindar di Kuil Kodaiji Kyoto untuk memberikan ceramah keagamaan berbasis teknologi.
 
Langkah Korea Selatan ini dinilai menjadi gambaran bagaimana institusi tradisional mulai mencoba mencari relevansi baru di tengah perkembangan AI yang kian pesat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA