Andy menyebut Samsung Galaxy S26 Ultra mengubah cara bekerja dari workflow hingga teknik pengambilan gambar. Pendekatan ini tidak hanya menyederhanakan proses produksi, tetapi juga menjaga esensi utama perjalanan itu yaitu menikmati momen.
Andy menekankan bahwa membawa terlalu banyak peralatan justru menjadi hambatan dalam menikmati perjalanan. Penggunaan gear berlebih tidak hanya merepotkan secara logistik, tetapi juga berisiko menghilangkan momen penting karena fokus terpecah pada teknis pengambilan gambar.
Dengan Samsung Galaxy S26 Ultra, Andy menyebut workflow menjadi jauh lebih sederhana. Semua kebutuhan produksi dapat dilakukan dalam satu perangkat, sehingga proses dokumentasi menjadi lebih spontan.
Pendekatan ini memungkinkan creator untuk tetap menikmati perjalanan sambil tetap menghasilkan konten berkualitas. Filosofi yang dipegang adalah menangkap momen secara cepat tanpa mengorbankan pengalaman langsung di lokasi.
Dalam praktiknya, Andy menggunakan pengaturan tertentu untuk menjaga konsistensi hasil video. Ia memilih frame rate 30 FPS karena sesuai dengan standar konsumsi digital di media sosial. Pengaturan otomatis dimatikan agar perangkat tidak mengubah exposure dan frame rate secara dinamis, sehingga hasil tetap stabil.
Selain itu, exposure biasanya disetel sedikit lebih rendah, sekitar minus 0,3. Pendekatan ini disebut Andy memberikan ruang lebih luas saat proses editing, terutama dalam mengatur highlight dan shadow. Dengan cara ini, Andy menyebut bahwa hasil video tetap aman dari overexposure dan lebih fleksibel untuk diolah lebih lanjut.
Sementara itu salah satu keunggulan yang dimanfaatkan Andy selama menggunakan Samsung Galaxy S26 Ultra adalah resolusi kamera 200MP. Andy tidak menggunakan resolusi tinggi ini semata untuk detail, tetapi untuk fleksibilitas dalam framing.
Pendekatan yang digunakan adalah mengambil gambar terlebih dahulu tanpa terlalu memikirkan komposisi, kemudian melakukan cropping saat proses seleksi. Strategi ini sangat efektif dalam situasi spontan, seperti menangkap objek bergerak atau momen yang tidak dapat diulang.
Resolusi tinggi tersebut memungkinkan hasil tetap tajam meskipun dilakukan cropping signifikan. Dengan demikian, creator dapat lebih fokus menikmati suasana tanpa harus terus-menerus melihat layar kamera.
Sementara itu, penggunaan LOG menjadi bagian penting dalam workflow Andy, terutama untuk menghasilkan karakter visual khas. Mode LOG memberikan fleksibilitas tinggi dalam pengolahan warna dan pencahayaan.
Highlight yang terlalu terang maupun bayangan atau shadow yang terlalu gelap masih dapat diselamatkan saat proses editing. Selain itu, LOG juga memungkinkan setiap kreator memiliki identitas visual berbeda.
Dalam situasi saat banyak orang mengambil gambar di lokasi yang sama, Andy menyebut penggunaan LOG memberikan kebebasan untuk menciptakan tone warna sesuai preferensi masing-masing. Hal ini menjadikan hasil akhir lebih personal dan tidak generik.
Namun, LOG digunakan secara selektif, terutama saat kondisi pencahayaan kompleks atau ketika diperlukan hasil yang lebih sinematik. Untuk kebutuhan konten cepat, hasil langsung dari kamera (SOOC) tetap dianggap sudah cukup baik untuk dibagikan ke media sosial.
Pengalaman Andy Garcia menunjukkan bahwa penggunaan Samsung Galaxy S26 Ultra mampu menyederhanakan proses produksi konten tanpa mengurangi kualitas. Pendekatan minimalis dalam workflow, didukung pengaturan teknis yang tepat, memberikan keseimbangan antara produktivitas dan pengalaman travel. Dengan memanfaatkan fitur seperti LOG dan kamera 200MP secara strategis, creator dapat menghasilkan konten yang tetap relevan dengan preferensi audiens modern.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News