Teknologi ini diumumkan sebagai generasi terbaru peningkatan grafis berbasis AI, bahkan diklaim sebagai “terobosan paling signifikan dalam grafis komputer sejak ray tracing real-time”. Namun, klaim tersebut tampaknya belum sepenuhnya diterima oleh para pemain.
Reaksi publik terlihat jelas dari performa video pengumuman DLSS 5 yang diunggah di kanal resmi Nvidia GeForce. Hingga artikel ini ditulis, rasio Like terhadap Dislike menunjukkan sentimen yang cenderung negatif.
Dikutip dari laporan TechPowerUp, trailer berdurasi 70 detik tersebut telah ditonton lebih dari 1 juta kali. Namun, dari total sekitar 98.000 interaksi, hanya sekitar 16% yang memberikan Like.
Secara rinci, video tersebut mencatat sekitar 16.107 Like dan 82.515 Dislike. Angka ini memperlihatkan bahwa mayoritas penonton memberikan respons negatif terhadap teknologi baru tersebut.
Dalam trailer tersebut, Nvidia menampilkan perbandingan visual sebelum dan sesudah DLSS 5 pada sejumlah game, termasuk Resident Evil Requiem, Hogwarts Legacy, Starfield, hingga EA Sports FC.
Demo Game Juga Tuai Kritik
Tak hanya trailer utama, lima video demo terpisah yang menampilkan implementasi DLSS 5 di berbagai game juga mengalami nasib serupa.Berikut data rasio respons penonton (saat artikel ditulis):
-Resident Evil Requiem – 14,9% positif (2.675 Like, 15.300 Dislike)
-Starfield – 18,2% positif (1.510 Like, 6.751 Dislike)
-Hogwarts Legacy – 18,7% positif (3.924 Like, 17.016 Dislike)
-EA Sports FC – 14,5% positif (717 Like, 4.232 Dislike)
-Zorah Unreal Tech Demo – 37% positif (12.290 Like, 20.863 Dislike)
Mayoritas video menunjukkan rasio Like di bawah 20%, menandakan respons negatif yang cukup konsisten dari komunitas.
DLSS 5 menggunakan model AI untuk mengubah tampilan visual game, termasuk menghadirkan apa yang disebut Nvidia sebagai “photoreal lighting and materials”.
Namun, sebagian pemain mengkritik pendekatan ini. Mereka menilai teknologi tersebut seperti menambahkan filter berbasis AI generatif yang mengubah tampilan asli game, bukan sekadar meningkatkan kualitas grafis.
Kritik ini menjadi salah satu faktor yang diduga memicu tingginya angka Dislike pada video-video terkait DLSS 5.
Nvidia Klarifikasi: “Bukan Filter”
Menanggapi reaksi negatif tersebut, Nvidia memberikan klarifikasi melalui komentar yang dipasang (pinned) di video trailer utama.“Penting untuk dicatat dalam kemajuan teknologi ini, pengembang game memiliki kontrol artistik penuh dan detail atas efek DLSS 5 untuk memastikan estetika unik game tetap terjaga,” tulis Nvidia.
“SDK mencakup pengaturan seperti intensitas, color grading, serta masking pada area tertentu yang tidak ingin dikenai efek. Ini bukan filter, DLSS 5 menggunakan input warna dan motion vector tiap frame untuk memastikan hasil tetap mengacu pada konten 3D asli,” jelas mereka.
Nvidia menegaskan bahwa pengembang tetap memiliki kendali penuh terhadap implementasi efek DLSS 5, termasuk pengaturan intensitas hingga area tertentu yang tidak ingin terpengaruh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News