Seminar The 13th CENS UI mengusung tema “Memajukan Kota Pesisir untuk Mendukung Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia”, merupakan wadah temu ilmiah antara mahasiswa, kalangan profesional, serta berbagai pemangku kepentingan baik dikalangan swasta maupun pemerintah.
Seminar ini dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Dedi Priyadi, DEA, Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, dan pembicara utama pada seminar ini adalah Suseno Sukoyono sebagai Staf ahli Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan antarlembaga, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.
Seminar ini dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama, “Aktivitas Pelayaran Indonesia sebagai Pendorong Pengembangan Waterfront City” disampaikan oleh Direktur PT Samudera Terminal Samudera Indonesia, Muhammad Iqbal Mirza; General Manager PT PELINDO III Cabang Tanjung Perak, Eko Haryadi; dan Direktur Komersial PT PELNI, Harry Boediarto Soewarto. Sesi ini membahas mengenai aktivitas pelayaran di Indonesia saat ini dan infrastruktur-infrastruktur penunjangnya seperti pelabuhan.
Dari hal tersebut, peserta dapat mengetahui bagaimana kondisi dari aktivitas pelayaran di Indonesia, kondisi pelabuhan di Indonesia, dan bagaimana pelayaran di Indonesia dapat menjadi salah satu pendorong dikembangkannya Waterfront City di Indonesia dilihat dari segi infrastrukturnya, pelabuhannya, bagian belakang pelabuhan, dan lainnya.
Pada sesi kedua, “Rencana Strategis Pembangunan Infrastruktur Waterfront City di Indonesia” di jelaskan oleh Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Kementrian PUPR, Hermanto Dardak, dan Kepala Bagian Program, Evaluasi, dan Pelaporan, Heru Kustanto.
Sesi ini membahas mengenai rencana pemerintah dalam mengembangkan kota pesisir, dilihat dari segi infrastruktur dan peran industri. Infrastruktur dari kota pesisir harus dibangun dan dikembangkan agar dapat menarik perusahaan nasional maupun internasional untuk “mampir” di pelabuhan, dan untuk hal tersebut diperlukan pula pengembangan dari sektor industri untuk menjadi “market” agar hal tersebut dapat tercapai.
Pada sesi terakhir, “Realisasi Konsep Waterfront City Guna Mengoptimalisasi Potensi Kawasan Pesisir” diawali dengan penjelasan dari Senior Vice President Surbana International Consultant, Loh Chih Kang. Lalu dilanjutkan oleh Presiden Komisaris PT Agung Podomoro Land, Cosmas Batubara, yang merupakan pihak swasta dan Kepala Divisi Pengembangan Bisnis dan Perencanaan Proyek PT Jakarta Propertindo, Harwin Utama Tenggano, dari pihak Badan Usaha Milik Negara.
Pada sesi ini, peserta melihat bagaimana negara tetangga, khususnya Singapura, membangun dan mengembangkan Waterfront City dan pelabuhannya, serta bagaimanakah tantangan dan hambatan dalam mengembangkan pelabuhan tersebut sehingga dapat menjadi salah satu pelabuhan terbaik di dunia. Sesi ini juga membahas bagaimana peran swasta dan Badan Usaha Milik Negara ikut membantu dalam mengembangkan Waterfront City di Indonesia.
Pada puncak acara The 13th CENS UI ini juga diumumkan pemenang lomba call for paper The 13th CENS UI yang telah diikuti oleh 80 tim dari berbagai Universitas di Indonesia dan telah diambil menjadi lima tim terbaik yang kemudian diundang ke Universitas Indonesia, Depok, untuk mempresentasikan karya terbaik mereka, serta mengikuti company visit pada tanggal 17 November 2015 ke Pelabuhan Kalibaru, Tanjung Priok, Jakarta.
Adapun lima tim terbaik tersebut adalah tim Arjuna dari Institut Teknologi Bandung dengan karyanya yang berjudul “Pelabuhan Terintegrasi sebagai Infrastruktur Penggerak Indonesia dalam menjadi Poros Maritim Dunia”, tim Bima dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember dengan karya “Penataan Kawasan Pelabuhan Indonesia dengan Konsep ‘Central Industrial-Working Waterfront City’ guna mempersingkat Dwelling Time dalam Pendistribusian Barang”.
Tim Kuya Banyu Harmoni dari Institut Teknologi Bandung dengan paper nya berjudul “Floating Container Storage and Transhipment Terminal sebagai Bentuk Pengembangan Infrastruktur Waterfront City untuk Mengatasi Permasalahan Kemaritiman Dunia”, tim Kuya Vaahikaa Bhaagya dari Institut Teknologi Bandung dengan makalah berjudul “ Analisis Tata Guna Lahan Kabupaten Lombok Utara sebagai Penunjang Pelabuhan Hubungan International Bandar Kayangan”, dan tim Nabil Faindra dari Universitas Gajah Mada dengan karya “Coastal Office Station sebagai Pusat Kontrol dan Suplai Infrastruktur Maritim bagi Nelayan di Daerah Berkembang di Indonesia”.
Dengan adanya kompetisi paper berskala national ini, diharapkan mahasiswa ataupun kalangan terpelajar di Indonesia mampu menciptakan ide-ide yang dapat dikembangkan dikemudian hari guna mendukung Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.
“CENS UI telah diakui baik oleh para profesional maupun mahasiswa. Melalui CENS UI, tambah wawasanmu, sampaikan aspirasimu dan jadilah generasi yang peduli terhadap bangsa. Dan tahun ini, bersama kita dukung program pemerintah kita untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” ungkap Nurul Fadhila Izhar, Project Officer CENS UI 13.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News