Update ini dihadirkan dengan menggabungkan bagian bumi dengan langit cerah yang dipilih khusus, sehingga Google dapat menghilangkan awan dan gangguan dari cuaca lainnya yang tampil pada peta.
Sebelumnya, gangguan cuaca menjadi salah satu permasalahan yang dinilai Google mengganggu pengguna dalam mendapatkan pengalaman penggunaan yang menyenangkan.
Update tampilan gambar terakhir diterima aplikasi peta Google Maps dan Earth pada tahun 2013 lalu. Saat itu, Google memanfaatkan foto yang dihasilkan oleh Landsat 7, yang mengalami kegagalan hardware pada tahun 2003. Kegagalan hardware tersebut mengakibatkan sejumlah foto bagian bumi hadir dengan jarak diagonal akibat kehilangan data.
Google menyebut, dukungan gambar lebih tajam ini dihasilkan dari data berkapasitas petabyte yang terdiri dari 700 triliun pixel. Google menyebut dapat menghadirkan update ini berkat keputusan NASA yang berkolaborasi dengan United States Geological Survey untuk menjadikannya sebuah database yang open source.
Seluruh gambar pada database tersebut dapat diakses menggunakan antarmuka pemprograman aplikasi Earth Engine, yang digunakan ilmuwan untuk mempelajari perubahan lingkungan dalam skala global, dan melacak penyebaran penyakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News