Ilustrasi: Xiaomi
Ilustrasi: Xiaomi

Komitmen Strategis dalam Inovasi Berkelanjutan dan Teknologi AI

Mohamad Mamduh • 13 Mei 2026 11:29
Jakarta: Xiaomi Corporation resmi merilis laporan Environmental, Social, and Governance (ESG) tahun 2025 yang menonjolkan integrasi mendalam antara teknologi inti dengan prinsip keberlanjutan.
 
Memasuki tahun kedelapan pelaporannya, raksasa teknologi ini mempertegas dedikasinya dalam membangun ekosistem pintar Human × Car × Home yang ramah lingkungan dan tepercaya.
 
Xiaomi terus memperkuat fondasi teknologinya dengan investasi R&D yang masif mencapai RMB33,1 miliar pada tahun 2025. Dengan dukungan lebih dari 25.000 personel riset, perusahaan memperkenalkan tiga model AI besar mandiri: Xiaomi MiMo-V2-Pro, MiMo-V2-Omni, dan MiMo-V2-TTS.

MiMo-V2-Pro berhasil memuncaki volume permintaan global di OpenRouter—tetapi juga mengedepankan aspek etika. Mengadopsi pedoman Uni Eropa, Xiaomi memastikan pengembangan AI yang adil dan inklusif melalui konsep Trustworthy AI.
 
Keamanan informasi menjadi pilar utama dalam operasional Xiaomi, yang dibuktikan dengan perolehan sertifikasi ISO 27001 untuk seluruh fasilitas operasi teknisnya. Melalui sistem operasi MiTEE yang terisolasi, data sensitif seperti biometrik dan kunci digital kendaraan tetap terlindungi secara lokal di perangkat tanpa pernah meninggalkan sistem tersebut.
 
Selain itu, Xiaomi menunjukkan komitmen transparansi dengan memproses permintaan subjek data (DSRs) dalam waktu 15 hari secara global, sebuah standar yang lebih cepat dibandingkan ketentuan GDPR.
 
Xiaomi juga secara aktif mengimplementasikan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) pada lini produknya untuk mendorong ekonomi sirkular. Smartphone seri Xiaomi 15T dan Redmi K90 kini menggunakan komponen mid-plate yang terbuat dari 100% aluminium daur ulang.
 
Di sektor kendaraan listrik, seri Xiaomi SU7 telah menggunakan hingga 19% aluminium daur ulang, sementara seri YU7 menggunakan 14,2%. Program trade-in perusahaan juga mencatat pencapaian signifikan dengan mendaur ulang lebih dari 2 juta smartphone bekas di 24 negara sepanjang tahun 2025.
 
Menuju target Perjanjian Paris, Xiaomi Smart Factory dan Xiaomi EV Factory telah mendapatkan sertifikasi ISO 50001 untuk manajemen energi. Penggunaan sistem pemulihan panas di pabrik kendaraan listrik berhasil menghemat listrik jutaan kWh per tahun melalui teknologi seperti Xiaomi HyperCasting.
 
Di sisi energi hijau, Xiaomi mencatatkan lonjakan transaksi listrik hijau hingga sepuluh kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, dengan target penggunaan panel surya yang mampu memenuhi 15% kebutuhan energi tahunan pada 2026.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA