Gamebench, Aplikasi Benchmark yang Diklaim Tak Bisa Dicurangi

Insaf Albert Tarigan • 12 Juli 2014 16:21

medcom.id: Meski bukan menjadi rujukan utama konsumen saat membeli produk, hasil benchmark masih dianggap penting oleh sebagian besar vendor karena ia awam digunakan oleh penguji di seluruh dunia. Penguji menggunakan hasil benchmark sintetis sebagai salah satu elemen untuk memberikan penilaian akhir.
 
Karena itu, vendor kadang-kadang menyiasatinya dengan cara curang. Samsung, misalnya, pernah ketahuan curang dengan mengoptimalisasi perangkat Samsung Galaxy ketika diuji dengan AnTuTu atau 3DMark. Samsung memasang script tertentu yang otomatis akan meng-overclock Galaxy ketika menjalankan aplikasi benchmark.
 
Untuk mencegah hal itu terjadi, pengembang aplikasi benchmark memboikot produk yang terbukti curang. Di sisi lain, mereka juga mengeluarkan produk baru yang tidak bisa dicurangi.

Salah satu aplikasi benchmark baru yang diklaim tak bisa dicurangi adalah Gamebench, bikinan insinyur yang pernah bekerja di ARM. Berbeda dengan aplikasi lain, Gamebench bekerja di background ketika diaktifkan di perangkat Android, dan akan tetap memonitor performa dan konsumsi baterai.
 
Poin diberikan berdasarkan kemampuan perangkat untuk menampilkan frame rate tinggi, dan juga konsumsi daya baterai. Artinya, nyaris mustahil untuk mencurangi aplikasi ini karena pasti akan ketahuan saat konsumsi baterai tiba-tiba meningkat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA