Mengutip MacRumors, berdasarkan laporan terbaru, Apple telah menyepakati kerja sama eksklusif selama tiga tahun dengan Samsung Display untuk memasok panel OLED lipat. Artinya, Apple tidak akan menggunakan pemasok lain untuk komponen tersebut dalam periode awal produksi perangkat lipatnya.
Langkah ini diambil karena keterbatasan alternatif pemasok yang mampu memproduksi layar lipat dengan kualitas dan skala produksi yang dibutuhkan Apple. Panel yang akan digunakan disebut mengadopsi teknologi Color Filter on Encapsulation (CoE), menghilangkan lapisan polarizer dan menggantinya dengan filter warna langsung pada lapisan enkapsulasi.
Teknologi ini dinilai penting untuk perangkat lipat karena dapat mengurangi risiko retak di area lipatan sekaligus meningkatkan kualitas tampilan. Apple diperkirakan akan memulai produksi dengan jumlah yang relatif terbatas dibandingkan ekspektasi awal.
Namun, laporan industri menyebutkan bahwa pesanan panel bisa mencapai sekitar 11 juta unit, menunjukkan optimisme Apple terhadap permintaan pasar. Kendati demikian, strategi produksi awal yang tidak terlalu agresif mencerminkan pendekatan hati-hati Apple dalam memasuki pasar smartphone lipat yang masih berkembang.
Keputusan Apple untuk bergantung pada Samsung menegaskan posisi perusahaan Korea Selatan tersebut sebagai pemimpin dalam teknologi layar lipat. Samsung telah lebih dulu mengembangkan berbagai perangkat foldable melalui lini Samsung Galaxy Z series sejak tahun 2019, sehingga memiliki pengalaman dan keunggulan teknologi dibandingkan dengan pesaing.
Dominasi ini membuat Samsung menjadi satu-satunya pemasok yang mampu memenuhi standar Apple untuk produk generasi pertamanya. Perangkat iPhone lipat Apple diperkirakan akan hadir dengan desain buku atau book-style, mirip dengan konsep tablet mini saat dibuka.
Waktu peluncuran disebut-sebut berada di sekitar siklus rilis iPhone tahunan, meskipun masih ada potensi perubahan tergantung perkembangan produksi. Rencana Apple menggunakan panel lipat dari Samsung menegaskan bahwa teknologi layar fleksibel masih didominasi oleh segelintir pemain besar.
Dengan kerja sama eksklusif ini, Apple berupaya memastikan kualitas layar pada perangkat lipat pertamanya, sekaligus menunjukkan pendekatan strategis dalam memasuki segmen baru di pasar smartphone.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News