Acara yang berlangsung pada Rabu 13 Mei di Jakarta ini mengangkat tema strategis mengenai penguatan keamanan siber sebagai fondasi utama pertumbuhan perbankan di era digital.
Sektor perbankan saat ini menghadapi tantangan baru seiring dengan evolusi ancaman siber yang semakin kompleks. Risiko seperti ransomware, advanced persistent threats, hingga rekayasa sosial berbasis AI seperti deepfake dan phishing generatif kini menjadi ancaman nyata yang harus diantisipasi.
Dalam forum ini, para pimpinan perbankan dan regulator sepakat bahwa keamanan siber bukan lagi sekadar fungsi pendukung teknis, melainkan strategi inti untuk menjaga kepercayaan nasabah.
President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, menekankan bahwa inovasi AI membawa risiko yang berlipat ganda dari sisi skala dan kompleksitas. "Keamanan siber tidak lagi cukup menjadi lapisan pertahanan, tetapi harus menjadi fondasi strategis yang menyatu dengan konektivitas, cloud, dan kapabilitas AI dalam satu ekosistem yang bekerja secara real-time," ujar Armand.
Sebagai mitra teknologi, Lintasarta melalui kerangka layanan 4C—Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration—berkomitmen mendukung perbankan membangun infrastruktur yang aman dan berdaulat.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Umum PERBANAS, Hendra Lembong, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas industri. Menurutnya, ketahanan siber adalah penjaga modal utama perbankan, yaitu kepercayaan nasabah. Forum ini diharapkan menjadi ruang dialog untuk membangun sistem keuangan yang lebih tangguh dan adaptif terhadap ancaman harian di ruang digital.
Lebih jauh, inisiatif ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 dalam memperkuat kedaulatan digital nasional. Lintasarta, yang kini berperan sebagai AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, memposisikan diri sebagai enabler bagi perbankan Indonesia untuk bertransformasi dari konsumen teknologi menjadi inovator digital yang aman.
Dengan menjadikan keamanan siber sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang, industri perbankan nasional diharapkan mampu mempertahankan stabilitas sistem keuangan serta meningkatkan keunggulan kompetitif di kancah global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News