Apple bersiap merilis MacBook entry-level paling murah dengan beberapa fitur yang dipangkas untuk harga lebih terjangkau.
Apple bersiap merilis MacBook entry-level paling murah dengan beberapa fitur yang dipangkas untuk harga lebih terjangkau.

Apple MacBook Entry-Level Berpotensi Kehilangan Beberapa Fitur

Lufthi Anggraeni • 01 Maret 2026 14:07
Ringkasnya gini..
  • Apple akan meluncurkan MacBook paling terjangkau berpotensi besar dipamerkan awal Maret 2026 pada acara Apple.
  • Untuk menekan harga, perangkat ini mungkin menghilangkan fitur seperti True Tone, lampu keyboard, fast charging, dan dukungan headphone impedansi tinggi.
  • Meski fitur dikurangi, penggunaan chipset A18 Pro diperkirakan tetap memberikan performa layak untuk kebutuhan dasar pengguna.
Jakarta: Apple tengah mempersiapkan peluncuran MacBook versi paling terjangkau sebagai bagian dari acara Apple pada awal bulan Maret 2026. Model ini diposisikan sebagai laptop entry-level lebih terjangkau, berpotensi menarik bagi siswa, pekerja ringan, dan pengguna kasual. 
 
Namun, demi menekan biaya produksi dan harga jual, perangkat ini diperkirakan mengalami beberapa kompromi fitur dibandingkan dengan model MacBook lebih premium. Mengutip Phone Arena, terdapat sejumlah fungsi yang berpotensi tidak akan hadir pada MacBook terjangkau.
 
MacBook terjangkau ini dilaporkan tidak mendukung headphone impedansi tinggi, sehingga kualitas audio untuk perangkat audio profesional kemungkinan terbatas, serta tidak didukung True Tone pada layar, fitur yang selama ini memberikan warna layar lebih nyaman dan konsisten di berbagai kondisi pencahayaan.

Selain itu, MacBook terjangkau ini juga disebut berpotensi hadir tanpa lampu latar pada keyboard, fitur yang umum membantu mengetik di lingkungan minim cahaya, juga tanpa dukungan fast charging, membuat pengisian daya lebih lambat dibandingkan model Apple lain yang mendukung pengisian cepat.
 
Laptop karya Apple ini juga dilaporkan akan menggunakan chipset Wi-Fi dan Bluetooth kelas entry-level, serupa iPad model dasar, dan bukan modul premium, berbekal RAM dengan kapasitas terbatas pada 8GB serta pilihan penyimpanan flash 256GB dan 512GB, dengan potensi varian 128GB untuk pasar pendidikan.
 
Tidak hanya itu, MacBook terjangkau ini juga akan mengusung kecepatan SSD lebih rendah dibandingkan dengan model MacBook Air atau MacBook Pro. Kompromi tersebut dinilai sebagai strategi Apple untuk menjaga harga perangkat tetap kompetitif tanpa mengorbankan performa keseluruhan yang dijanjikan.
 
Apple menerapkan strategi tersebut terutama karena laptop ini diperkirakan menggunakan chipset A18 Pro yang juga mendukung iPhone 16 Pro, langkah untuk menghadirkan kinerja yang memadai bagi penggunaan sehari-hari meskipun dengan spesifikasi entry-level.
 
Kendati beberapa fitur di atas dihilangkan, MacBook murah ini diprediksi tetap memberikan pengalaman komputasi solid untuk tugas umum seperti penjelajahan web, produktivitas dokumen, dan penggunaan aplikasi standar, terutama dengan desain ringkas dan potensi harga menarik di bawah titik harga tradisional MacBook lain.
 
Model ini juga diperkirakan akan tersedia dalam pilihan warna lebih ceria sebagai bagian dari upaya Apple menarik segmen pengguna lebih luas dan muda.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA