Generasi Milenial Dorong Transformasi Digital Perusahaan
Generasi milenial juga mendorong perusahaan melakukan transformasi di tempat kerja mereka.
Jakarta: Perkembangan teknologi yang turut didukung oleh dominasi generasi milenial mendorong sejumlah perusahaan melakukan transformasi pada kantor mereka. Berdasarkan survei Microsoft Asia Workspace 2020, saat ini perusahaan besar lebih mengedapankan kolaborasi.

Hal ini juga didorong oleh pergeseran perilaku generasi milenial, yang lebih memilih untuk bekerja secara mobile dengan waktu kerja yang lebih fleksibel. Survei tersebut menyebut bahwa sebanyak 85 persen pekerja di Indonesia mengadopsi metode kerja mobile dan 20 persen waktu kerja mereka habiskan di luar kantor.

"Karenanya, perusahaan juga harus bertransformasi dan memanfaatkan perangkat modern, guna mendukung ekonomi digital. Menurut riset yang Lenovo lakukan, 92 persen perusahan di wilayah Asia sudah melakukan transformasi tempat kerja, sehingga mereka juga harus menyiapkan alat perang untuk hadapi ekonomi digital," ujar Country General Manager Lenovo Indonesia Budi Janto.


Workstation dengan dimensi ringkas dinilai Lenovo menjadi perangkat yang sesuai untuk mendukung transformasi tempat kerja tersebut. Terutama untuk perusahaan yang bergerak di ranah terkait desain atau membutuhkan performa grafis tinggi.

Laptop pada umumnya dinilai Lenovo belum cukup mumpuni untuk penggiat industri tersebut, sebab tidak memiliki sertifikasi dari Independen Software Vendor serupa workstation. Sertifikasi ini ditujukan untuk menjamin kompatibilitas perangkat dengan berbagai software sembari menyuguhkan performa optimal.

Pada umumnya, workstation juga dibekali dengan GPU mandiri dan bukan grafis yang terintegrasi di CPU. Selain itu, workstation juga sudah menggunakan GPU khusus profesional. GPU tersebut memungkinkan pengguna untuk mengubah pengaturan parameter di menu Setting grafik, sehingga pengguna bisa menyesuaikannya sesuai kebutuhan.

Selain itu, Lenovo menganggap, keberadaan ECC dapat mendukung perangkat workstation untuk menangani aktivitas komputasi berat. Memori ECC memiliki kemampuan untuk mengoreksi error yang dialami oleh CPU atau memori, sehingga meminimalisir permasalahan yang disebut sebagai blue screen.

Sementara itu, dominasi milenial ini juga mengubah faktor yang memengaruhi keputusan pembelian atau pemilihan perangkat pendukung pekerjaan mereka. Lenovo menyebut kini konsumen lebih memilih perangkat yang lebih tipis tapi tetap bertenaga.



(ELL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.