Ilustrasi pemindai sidik jari di layar.
Ilustrasi pemindai sidik jari di layar.

Apple Tidak Minat Pakai Pemindai Sidik Jari di Layar

Cahyandaru Kuncorojati • 06 September 2018 09:02
Jakarta: Teknologi pemindai sidik jari masih dianggap sebagai sistem keamanan biometrik yang canggih di smartphone. Salah satu desain yang paling canggih adalah dengan menyematkan teknologin itu di balik layar atau disebut in-display fingerprint.
 
Vivo V11 dan X21 adalah salah satu smartphone yang sudah menggunakannya sejauh ini, namun merek premium seperti Apple sekalipun rupanya belum merasa membutuhkan teknologi tersebut di produknya.
 
Dikutip dari GSM Arena, pengamat sistem keamanan dari firma TF International Securities bernama Ming-Chi Kuo yang terkenal dengan analisis pasar menyebutkan bahwa Apple tidak akan menggunakan fitur Touch ID ke layar iPhone.

Touch ID merupakan sistem keamanan biometrik sidik jari milik Apple yang tidak lagi digunakan pada iPhone X dan mengandalkan teknologi pemindai wajah yakni Face ID.
 
Alasannya menurut Kuo adalah Apple tengah berinvestasi besar-besaran di teknologi AR (augmented reality) termasuk di teknologi pemindai wajah seperti menyediakan konten Animoji sehingga dirasa tidak perlu mengembalikan fitur Touch ID.
 
"Teknologi berbasis 3D sensor tidak hanya menyediakan sistem keamanan facial recognition, tapi juga konten menarik berbasis AR seperti Animoji milik Apple sehingga merek tersebut pasti akan memilih berfokus di aspek tersebut," ungkap Kuo.
 
Sementara adopsi pemindai sidik jari di layar yang tampak diadopsi besar-besaran oleh vendor smartphone Android hanya dilakukan sebagai pembeda. Kuo sendiri menilai teknologi tersebut belum secepat pemindai sidik jari terpisah dari layar yang ada di pasar saat ini.
 
Di tahun 2017 Kuo pernah memprediksi bahwa dalam kurun waktu dua sampai tiga tahun pengiriman unit smarthphone ke depan, Android akan didominasi oleh perangkat dengan pemindai sidik jari di layar ketimbang yang menggunakan 3D sensor seperti Apple.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA