Mengutip GSM Arena, keputusan ini dikonfirmasi langsung oleh Apple, yang menyatakan tidak memiliki rencana untuk merilis model Mac Pro baru di masa depan. Perangkat tersebut juga telah dihapus dari situs resmi perusahaan, menandakan penghentian total lini produk tersebut.
Sebagai pengingat, Mac Pro pertama kali diperkenalkan pada tahun 2006 sebagai penerus Power Mac, dan sejak itu menjadi simbol komputer profesional Apple dengan desain modular dan performa tinggi.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perangkat ini semakin kehilangan relevansi di tengah perubahan strategi Apple menuju chip Apple Silicon. Pembaruan terakhir Mac Pro hadir pada tahun 2023 dengan dukungan chipset M2 Ultra, tetapi sejak saat itu tidak ada peningkatan signifikan.
Bahkan, desain fisik Mac Pro tersebut tidak mengalami perubahan sejak versi tahun 2019. Salah satu faktor utama penghentian ini adalah pergeseran fokus Apple ke lini desktop lebih ringkas dan efisien, seperti Mac Studio.
Perangkat tersebut dinilai mampu menawarkan performa setara atau bahkan lebih baik dibandingkan dengan Mac Pro, namun dengan harga lebih terjangkau dan teknologi lebih mutakhir. Selain itu, Mac Pro dikenal sebagai produk niche dengan harga tinggi, dari sekitar USD6.999 (Rp118,9 juta).
Harga tinggi tersebut menjadikan Mac Pro hanya diminati segmen profesional tertentu. Dengan dihentikannya Mac Pro, Apple kini menyederhanakan lini desktop mereka menjadi tiga kategori utama, yakni iMac, Mac mini, dan Mac Studio.
Langkah ini juga mencerminkan perubahan pendekatan Apple dalam menyediakan solusi untuk pengguna profesional. Alih-alih mengandalkan workstation modular dengan ekspansi internal seperti PCIe, Apple kini lebih mengutamakan performa tinggi dalam bentuk perangkat lebih ringkas dan terintegrasi.
Berakhirnya Mac Pro turut menutup bab penting dalam sejarah Apple, termasuk berbagai desain ikonik seperti model parutan keju dan tempat sampah yang sempat menjadi perbincangan luas di industri teknologi.
Kendati demikian, Apple menegaskan bahwa mereka tetap berkomitmen melayani segmen profesional, hanya saja melalui pendekatan produk berbeda di era komputasi modern.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News