Poly memperkenalkan solusi kolaborasi berbasis AI untuk meeting hybrid, lengkap dengan teknologi noise reduction, video conference, dan monitoring perangkat cloud.
Poly memperkenalkan solusi kolaborasi berbasis AI untuk meeting hybrid, lengkap dengan teknologi noise reduction, video conference, dan monitoring perangkat cloud.

Solusi Kolaborasi Berbasis AI Buat Meeting Hybrid Poly, Ada Apa Aja?

Lufthi Anggraeni • 15 Mei 2026 17:27
Ringkasnya gini..
  • Poly memperkenalkan solusi kolaborasi berbasis AI untuk mendukung kebutuhan meeting hybrid perusahaan modern.
  • Teknologi unggulan mencakup AI Noise Block, speaker tracking, Cloud Video Interop, dan remote meeting management.
  • Poly juga menghadirkan platform monitoring perangkat berbasis cloud serta dukungan service center terintegrasi bersama SP.
Jakarta: Poly memperkenalkan rangkaian solusi kolaborasi modern berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung kebutuhan kerja hybrid perusahaan. Poly menyoroti perkembangan kebutuhan meeting modern pasca pandemi.
 
Kebutuhan tersebut termasuk penggunaan perangkat audio-video, manajemen aset perangkat, hingga layanan monitoring jarak jauh. Poly menjelaskan bahwa posisinya saat ini menjadi bagian dari ekosistem SP yang menyediakan berbagai lini perangkat teknologi, dari komputer, printer, monitor, hingga solusi kolaborasi profesional.
 
Melalui integrasi tersebut, perusahaan yang kini dinaungi oleh HP ini tidak hanya berfokus pada perangkat video conference, tetapi juga menghadirkan sistem collaboration services yang menyasar kebutuhan perusahaan dengan model kerja fleksibel.

Poly juga menilai perubahan pola kerja pasca pandemi membuat aktivitas meeting tidak lagi terbatas di kantor. Karyawan kini dapat bekerja dari rumah, ruang publik, perjalanan, hingga ruang kerja bersama.
 
Kondisi tersebut membuat perangkat komunikasi personal seperti headset menjadi salah satu kebutuhan utama dalam aktivitas kerja sehari-hari. Lebih lanjut Poly menjelaskan bahwa headset modern kini tidak hanya digunakan untuk mendengarkan musik atau hiburan, tetapi juga menjadi perangkat penting untuk menunjang produktivitas meeting online.
 
Oleh karena itu, Poly menghadirkan berbagai seri headset kabel maupun nirkabel dengan fitur active noise cancelling, multi-microphone noise reduction, serta teknologi peredam suara untuk membantu pengguna tetap fokus di lingkungan kerja yang ramai.
 
Poly juga memperkenalkan teknologi audio berbasis AI berkemampuan menyaring suara non-manusia, seperti suara kipas, kendaraan, atau percakapan di sekitar pengguna. Teknologi tersebut diterapkan baik pada headset maupun perangkat kamera konferensi untuk memastikan suara pembicara tetap terdengar jelas selama meeting berlangsung.
 
Di sektor video conference, Poly menghadirkan berbagai perangkat seperti soundbar conference, kamera USB, speakerphone portable, hingga perangkat meeting berbasis Android OS. Salah satu teknologi yang menjadi sorotan adalah Cloud Video Interop (CVI).
 
Sebagai informasi, CVI merupakan sistem yang memungkinkan pengguna dari platform berbeda seperti Zoom, Microsoft Teams, Google Meet, dan Webex tetap dapat saling terhubung tanpa perlu berpindah aplikasi utama.
 
Melalui teknologi tersebut, pengguna yang terbiasa memakai Zoom misalnya, tetap dapat mengikuti undangan meeting Microsoft Teams tanpa harus melakukan instalasi platform tambahan di perangkat mereka.
 
Poly menilai interoperabilitas lintas platform menjadi kebutuhan penting perusahaan modern yang menggunakan beragam layanan konferensi video. Selain integrasi platform meeting, Poly juga memperkenalkan kemampuan AI pada kamera konferensinya.
 
Fitur seperti speaker tracking memungkinkan kamera otomatis mengikuti posisi pembicara saat bergerak di dalam ruangan. Sementara fitur group framing dan people framing mampu menyesuaikan komposisi gambar berdasarkan jumlah peserta meeting serta membuat tampilan individual setiap peserta secara otomatis dalam satu layar.
 
Selain itu, Poly turut memperlihatkan fitur AI Noise Block dan acoustic fence yang dirancang untuk membatasi area tangkapan suara kamera konferensi. Dengan teknologi tersebut, suara dari luar ruang meeting atau area yang tidak diinginkan dapat dihilangkan sehingga percakapan utama menjadi lebih fokus dan jelas.
 
Tidak hanya perangkat keras, Poly juga membawa solusi manajemen perangkat berbasis cloud melalui platform monitoring dan analytics. Sistem ini memungkinkan tim IT perusahaan memantau penggunaan perangkat meeting, komputer, printer, hingga perangkat video conference dari berbagai cabang perusahaan secara real-time.
 
Platform tersebut dapat digunakan untuk memantau statistik penggunaan meeting room, melakukan pembaruan firmware jarak jauh, hingga mengelola inventaris perangkat dari berbagai lokasi tanpa perlu datang langsung ke kantor cabang.
 
Poly menyebut kemampuan ini penting bagi perusahaan dengan banyak lokasi operasional atau model kerja terdistribusi. Dalam demonstrasinya, Poly juga memperlihatkan fitur remote access untuk ruang meeting.
 
Teknologi tersebut memungkinkan administrator mengontrol perangkat konferensi dari lokasi berbeda, termasuk melakukan pengaturan kamera, audio, hingga membantu peserta bergabung ke meeting secara jarak jauh.
 
Selain itu, Poly memperkenalkan solusi StudioNet, sebuah sistem video conference berbasis jaringan yang mengurangi kebutuhan kabel USB di ruang meeting. Dengan pendekatan berbasis IP network, kamera, audio, dan controller dapat dihubungkan melalui jaringan LAN sehingga instalasi ruang meeting menjadi lebih sederhana dan rapi.
 
Poly menilai layanan purna jual menjadi faktor penting dalam industri perangkat kolaborasi. Perusahaan menegaskan seluruh perangkat Poly kini telah didukung jaringan service center terintegrasi bersama SP, termasuk untuk produk headset dan perangkat meeting room.
 
Dukungan servis resmi disebut menjadi nilai tambah bagi perusahaan yang membutuhkan keberlanjutan operasional perangkat dalam jangka panjang. Melalui berbagai solusi tersebut, Poly ingin memperkuat posisinya sebagai penyedia teknologi kolaborasi perusahaan yang tidak hanya menghadirkan perangkat audio-video, tetapi juga sistem kerja hybrid terintegrasi berbasis AI dan cloud management.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA