Pencapaian ini menandainya sebagai salah satu operator pertama di Asia Tenggara yang mengimplementasikan teknologi terabit secara komersial pada sistem kabel bawah laut yang sedang beroperasi.
Teknologi ini memungkinkan kapasitas transmisi hingga 1 Tb/s per kanal panjang gelombang pada jalur sepanjang 1.055 km, yang secara signifikan meningkatkan efisiensi spektral ke batas teoritisnya.
Omar Syarif Nasution, Direktur Matrix NAP Info, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar peningkatan kapasitas biasa. Dengan optimalisasi serat optik yang ada, perusahaan juga mendukung efisiensi investasi serta pengurangan jejak karbon.
"Kami memastikan keberlanjutan dan kesiapan masa depan backbone konektivitas internasional Indonesia guna mendukung kebutuhan bandwidth yang masif di era kecerdasan buatan (AI) dan layanan cloud," ujarnya.
Implementasi ini dilaksanakan bersama Terrabit Networks dan Ciena Services, yang mencakup perencanaan hingga manajemen siklus hidup jaringan. Keberhasilan uji coba produksi langsung menunjukkan performa transmisi yang stabil dan tinggi dalam kondisi nyata di bawah laut.
Langkah inovatif ini memperkuat posisi Indonesia sebagai hub konektivitas strategis di kawasan Asia-Pasifik. Infrastruktur yang telah ditingkatkan ini kini menjadi tulang punggung bagi ekosistem digital Matrix NAP Info, termasuk layanan internet, data center, dan solusi cloud. Melalui transformasi ini, pelanggan di Indonesia kini memiliki akses ke jaringan berkapasitas tinggi yang siap menghadapi tantangan ekonomi digital masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News