Di tengah meningkatnya permintaan memori akibat perkembangan AI, perusahaan ini justru menjadi salah satu pihak yang diuntungkan sekaligus berkontribusi dalam rantai pasok semikonduktor.
Toto selama ini dikenal lewat produk toilet bidet “Washlet”. Namun di luar itu, perusahaan juga memiliki divisi keramik canggih yang memproduksi komponen penting untuk chip memori NAND, yang menjadi bagian krusial dalam perangkat penyimpanan data seperti RAM dan storage.
Permintaan terhadap komponen ini meningkat seiring pertumbuhan industri AI. Dikutip dari laporan situs Engadget, hal tersebut berdampak langsung pada kinerja bisnis Toto, di mana divisi keramiknya mencatat pertumbuhan hingga 34 persen dibanding tahun sebelumnya.
Divisi ini bahkan menyumbang sekitar 55 persen dari total laba operasional perusahaan yang mencapai 53,8 miliar yen.
Untuk memperkuat posisinya di sektor ini, Toto berencana menggelontorkan investasi sekitar 30 miliar yen pada tahun fiskal berikutnya. Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi massal serta riset dan pengembangan teknologi.
Salah satu kontribusi utama Toto dalam industri semikonduktor adalah produksi electrostatic chucks atau E-chucks. Komponen ini digunakan dalam proses manufaktur chip untuk menahan wafer silikon agar tetap stabil selama proses produksi berlangsung.
Toto disebut sebagai produsen E-chucks terbesar kedua di dunia. Selain itu, divisi keramiknya juga memproduksi berbagai komponen lain seperti aerosol deposition parts dan struktur pendukung untuk pembuatan panel LCD berukuran besar.
Peran ini menjadikan Toto sebagai bagian penting dalam rantai pasok industri teknologi, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan memori akibat AI.
Fenomena ini juga tidak hanya dialami Toto. Sejumlah perusahaan Jepang dari sektor non-teknologi juga mulai mendapatkan keuntungan dari tren AI. Misalnya, perusahaan kosmetik Kao yang memproduksi bahan pembersih untuk semikonduktor, serta Ajinomoto yang mengembangkan material insulasi untuk motherboard.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan AI tidak hanya mendorong perusahaan teknologi besar, tetapi juga membuka peluang bagi industri lain yang terlibat dalam ekosistem produksi komponen.
Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran mengenai potensi “bubble” atau gelembung AI yang dapat berdampak pada stabilitas ekonomi jika pertumbuhan tidak berkelanjutan.
Secara keseluruhan, kasus Toto memperlihatkan bagaimana krisis kebutuhan memori dan lonjakan permintaan AI dapat menciptakan peluang baru, bahkan bagi perusahaan yang tidak berasal dari industri teknologi inti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News