Di balik ukurannya yang hanya tiga liter, ROG NUC 16 varian tertingginya ditenagai oleh prosesor Intel Core Ultra 9 290HX Plus terbaru serta GPU Laptop NVIDIA GeForce RTX 5080. Untuk memastikan kelancaran saat menjalankan aplikasi berat atau game AAA, perangkat ini mendukung memori DDR5-6400 hingga kapasitas 128GB.
Dengan dukungan NVIDIA DLSS 4.5 yang berbasis AI, pengguna dapat menikmati pengalaman gaming dengan frame rate tinggi dan latensi rendah. Untuk kebutuhan kreatif, ROG NUC 16 mampu menangani pengeditan video hingga resolusi 8K serta rendering secara real-time dengan detail yang sangat halus.
Keunggulan lainnya terletak pada kemampuan komputasi AI lokal yang mencapai 1334 AI TOPS, menjadikannya mesin yang sangat andal untuk menjalankan model bahasa besar (LLM) secara mandiri.
Guna menjaga performa tetap stabil di bawah beban kerja penuh, ada teknologi pendinginan QuietFlow. Sistem ini terdiri dari tiga kipas dan dual vapor chamber yang meningkatkan cakupan termal CPU sebesar 12% dibandingkan generasi sebelumnya.
Heatsink SSD khusus juga hadir untuk menurunkan suhu pengoperasian dari 72°C ke 59°C, mencegah terjadinya thermal throttling. Meskipun bekerja keras, tingkat kebisingannya tetap terjaga di bawah 38 dBA, setara dengan ketenangan di ruang perpustakaan.
Dari sisi estetika, ROG NUC 16 memperkenalkan Moonlight White Edition dengan sasis logam yang memukau. Desainnya sangat fleksibel berkat stand lepas-pasang yang telah dipatenkan, memungkinkan perangkat diletakkan secara vertikal maupun horizontal sesuai kebutuhan ruang.
Konektivitasnya pun lengkap dengan adanya Thunderbolt 4 untuk transfer data cepat dan dukungan GlideX untuk berbagi layar lintas perangkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News