Pinterest mengumumkan akan PHK hampir 15% karyawan untuk memfokuskan sumber daya pada pengembangan AI dan produk berbasis AI, serta restrukturisasi operasional hingga akhir tahun 2026.
Pinterest mengumumkan akan PHK hampir 15% karyawan untuk memfokuskan sumber daya pada pengembangan AI dan produk berbasis AI, serta restrukturisasi operasional hingga akhir tahun 2026.

Prioritas Investasi AI, Pinterest akan PHK 15% Karyawan

Lufthi Anggraeni • 29 Januari 2026 07:47
Ringkasnya gini..
  • Pinterest akan memangkas hampir 15% tenaga kerjanya sebagai bagian dari restrukturisasi untuk fokus pada AI.
  • Perusahaan juga akan mengurangi ruang kantor dan berharap menyelesaikan restrukturisasi pada akhir Q3 2026.
  • Pinterest terus percepat integrasi AI dalam fitur seperti Pinterest Assistant untuk bersaing di pasar digital.
Jakarta: Pinterest, platform penemuan visual atau visual discovery asal Amerika Serikat, mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) atau layoff terhadap hampir 15% dari total tenaga kerja perusahaannya.
 
Rencana ini merupakan bagian dari restrukturisasi besar Pinterest dengan tujuan memfokuskan sumber daya perusahaan pada pengembangan kecerdasan buatan AI dan produk berbasis AI. Langkah ini disampaikan melalui laporan resmi kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS atau Securities and Exchange Commission (SEC).
 
Dalam laporan ini, Pinterest menjelaskan bahwa pengurangan karyawan merupakan bagian dari empat inisiatif transformasi strategis untuk mengalokasikan kembali anggaran ke dalam peran yang berfokus pada AI serta mempercepat pengembangan produk dengan dukungan teknologi AI.

PHK ini diperkirakan akan berdampak pada ratusan karyawan, dengan ukuran total tenaga kerja Pinterest sekitar 5.200 orang pada akhir tahun 2025. Dengan persentase tersebut, jumlah posisi yang akan dihapus diperkirakan mendekati angka 780 pekerjaan, meskipun angka pastinya bisa bervariasi tergantung pelaksanaan selama beberapa bulan ke depan.
 
Selain pengurangan tenaga kerja, Pinterest juga berencana mengurangi ruang kantor di beberapa lokasi guna mengefisienkan biaya operasional. Rencana restrukturisasi ini diperkirakan akan selesai paling lambat pada akhir kuartal ketiga tahun 2026, dan Pinterest akan mencatatkan biaya restrukturisasi sebelum pajak senilai antara USD35 juta (Rp584,9 miliar) hingga USD45 juta (Rp752,2 miliar).
 
Pinterest mengatakan bahwa percepatan integrasi teknologi AI ke dalam produknya merupakan respon terhadap perkembangan teknologi yang kian pesat dan kebutuhan persaingan di industri media sosial dan pencarian visual.
 
Pinterest telah meningkatkan penggunaan AI dalam beberapa produk konsumen, termasuk pembaruan fitur papan atau boards yang ditingkatkan oleh AI serta peluncuran Pinterest Assistant, asisten berbasis AI yang memberikan rekomendasi belanja kepada pengguna di dalam platform.
 
Sebelumnya, CEO Pinterest menyatakan bahwa perusahaan ingin mentransformasikan layanan menjadi asisten belanja AI-powered berkemampuan membantu ratusan juta pengguna secara lebih personal dan relevan melalui rekomendasi berbasis AI.
 
Rencana ini selaras dengan persaingan ketat saat ini dengan platform lain seperti TikTok, Instagram, dan Meta yang juga kian menonjolkan fitur AI dalam pengalaman pengguna. Investor bereaksi terhadap pengumuman ini dengan menekan harga saham perusahaan.
 
Saham Pinterest turun lebih dari 9% pada perdagangan hari Selasa setelah berita PHK mendapatkan publikasi luas, mencerminkan kekhawatiran pasar akan dampak jangka pendek atas perubahan strategi yang tengah dijalankan.
 
Pinterest menilai bahwa pergeseran fokusnya tidak hanya soal pemangkasan biaya, tetapi juga soal reinvestasi ke area yang dianggap strategis untuk pertumbuhan jangka panjang. Dua dari inti inisiatif transformasi tersebut berkaitan langsung dengan AI yaitu merekrut dan mempertahankan talenta kompeten dalam bidang AI serta memberi prioritas pada pengembangan produk berbasis AI.
 
Industri teknologi secara lebih luas juga tengah mengalami tren serupa, dengan banyak perusahaan memangkas jumlah tenaga kerja sambil memprioritaskan investasi pada teknologi baru, terutama AI. Bahkan raksasa teknologi lain seperti Amazon juga melakukan PHK pada tahun sebelumnya sambil memperluas fokus pada AI dan otomasi.
 
Pinterest mengatakan akan memberikan paket pesangon dan dukungan lain bagi karyawan terdampak. Perusahaan berupaya menyeimbangkan kebutuhan transformasi digital dengan tanggung jawab terhadap karyawan dalam masa transisi.
 
Analis berpendapat bahwa langkah Pinterest mencerminkan tekanan dari situasi pasar, saat platform media sosial dituntut menghadirkan inovasi teknologi sambil mempertahankan daya saing di pasar iklan digital yang terus berubah.
 
Penggunaan AI untuk personalisasi konten dan rekomendasi belanja dianggap sebagai salah satu cara untuk menarik dan mempertahankan pengguna di tengah dominasi platform lain. Namun, langkah pemangkasan tenaga kerja tetap menjadi tantangan bagi perusahaan, baik dari sisi moral karyawan maupun persepsi publik.
 
Selain itu, analis berpendapat bahwa Pinterest harus mampu menunjukkan bahwa strategi jangka panjangnya akan memposisikan perusahaan pada jalur pertumbuhan yang stabil dan relevan dengan kebutuhan pengguna di era digital yang kian kompleks.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA