Namun dalam wawancara dengan Fast Company yang dikutip Ubergizmo, melalui VP of Worldwide iPhone Product Marketing Apple Kaiann Drance membantah ide yang berkembang terkait kemampuan AirTag untuk melacak anak-anak atau hewan peliharaan.
Drance mengingatkan bahwa Apple tidak menciptakan AirTag untuk tujuan tersebut. Menurut Drance, AirTag dirancang untuk melacak benda atau obyek dan bukan makhluk hidup seperti anak-anak atau hewan peliharaan.
Hal ini menjadi alasan Apple memperkenalkan fitur keamanan dan privasi pada AirTag untuk mencegah perangkat digunakan sebagai alat pelacak, memata-matai, atau menguntit. Sebagai contoh, AirTag akan mengeluarkan suara jika terpisah dari pemilik dalam kurun waktu tiga hari.
Selain itu, bagi pengguna iPhone, smartphone akan mampu mendeteksi kehadiran AirTag yang tidak teridentifikasi. Drance menyarankan orang tua yang ingin mengawasi anak mereka untuk memanfaatkan Apple Watch dengan Family Setup.
Sebelumnya, peluncuran AirTag dinilai sebagai langkah cerdik yang dilakukan Apple, sebab perangkat ini dipasarkan dengan harga terjangkau, terutama dibandingkan dengan perangkat karya Apple lainnya, termasuk iPhone.
Perangkat berkemampuan melacak dan menemukan benda yang dihubungkan dengannya via aplikasi Find My Apple ini dinilai berpotensi akan menjadi sumber pendapatan besar bagi Apple. AirTag dinilai berpotensi sukses sebab saat ini terdapat lebih dari 1 miliar perangkat Apple dengan aplikasi Find My karya Apple.
Kolumnis Forbes Tim Bajarin menilai bahwa jika berhasil menjual 35 juta unit AirTag dalam tahun pertama, maka Apple akan mengantongi pendapatan sebesar lebih dari USD1 miliar (Rp14,5 triliun).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News