Ilustrasi Black Hoel: NASA
Ilustrasi Black Hoel: NASA

Teori Gelombang Gravitasi Bantu Ilmuwan Lacak Galaksi Lain

Ellavie Ichlasa Amalia • 17 Juni 2016 13:07
medcom.id: Para peneliti secara resmi mengumumkan bahwa pada tanggal 26 Desember 2015, LIGO (Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory) mendeteksi adanya riak di alam semesta yang disebut gelombang gravitasi (gravitional waves).
 
Gelombang gravitasi ini tercipta karena dua lubang hitam -- yang berukuran 8 dan 14 kali massa matahari -- yang bertabrakan. Tabrakan ini terjadi 1,4 miliar tahun cahaya dari bumi.
 
Bersatunya dua lubang hitam ini menciptakan sebuah lubang hitam dengan massa 21 kali massa matahari. Selain itu, ia juga melepaskan energi yang setara dengan massa matahari dalam bentuk gelombang gravitasi.

Temuan ini diketahui 3 bulan setelah LIGO pertama kali mendeteksi adanya gelombang gravitasi di tanggal 4 September 2015. Penemuan gelombang gravitasi merupakan salah satu penemuan paling penting di dunia fisika.
 
Penemuan gelombang gravitasi mengonfirmasi prediksi Einstein 100 tahun lalu yang menyebutkan bahwa tabrakan di luar angkasa dapat menyebabkan riak yang berdampak pada gangguan di ruang dan waktu, sama seperti saat Anda melemparkan sebuah batu ke dalam sebuah kolam. 
 
Sekarang, para peneliti telah berhasil mendeteksi gelombang gravitasi dua kali, mereka akan mulai melakukan penelitian pada proses tergelap dengan energi terbesar di alam semesta.
 
Mengapa penemuan ini penting? Cahaya hanya dapat membantu kita untuk melihat 0,4 persen dari seluruh alam semesta. Kita mungkin tidak bisa melihat 99,6 persen sisanya, tapi kita bisa mengetahui keberadaannya karena ia memiliki gravitasi.
 
Gelombang gravitasi memungkinkan kita untuk "mendengarkan" 99,6 persen bagian dari galaksi yang tidak akan pernah bisa kita lihat. Para peneliti memisalkan mendengarkan gelombang gravitasi ini seperti saat Anda mendengarkan suara di hutan untuk tahu segala sesuatu yang ada di dalamnya.
 
"Tanpa suara, Anda tidak akan menyadari keberadaan kehidupan di hutan," kata Stefano, Vitale, Principal Investigator dari LISA (Laser Interferometer Space Antenna Project), yang merupakan proyek gelombang gravitasi lain.
 
"Ketika Anda dapat mendengarkan suara, Anda dapat mengenali sumbet suara tersebut meski sumber tersebut adalah obyek yang mungkin tidak dapat Anda lihat karena ia tersembunyi di hutan. Melihat gelombang gravitasi seperti menambahkan suara di alam semesta. Anda jadi dapat melihat berbagai hal yang tidak bisa Anda lihat dengan bantuan cahaya."
 
Peneliti NASA, Charless Dunn mengatakan, mempelajari alam semesta dengan bantuan gravitasi akan dapat membantu kita untuk "melihat" apa saja yang terjadi sebelum ini, bahkan ketika big bang terjadi. 
 
"Seperti membuka sebuah jendela baru," kata ESA Deputy Project Scientist, Oliver Jennrich. "Mendadak, kita bisa belajar tentang berbagai hal yang kita tidak tahu pernah ada."
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA