Perusahaan Tiongkok Bakal Operasikan Akun Apple iCloud Lokal

Lufthi Anggraeni 11 Januari 2018 13:06 WIB
apple
Perusahaan Tiongkok Bakal Operasikan Akun Apple iCloud Lokal
Apple memberikan izin pengelolaan akun iCloud lokal kepada perusahaan asal Tiongkok.
Jakarta: Untuk memenuhi regulasi di Tiongkok terkait komputasi awan, Apple dilaporkan memberikan izin kepada perusahaan lokal Guizhou soal Cloud Big Data (GCBD). Izin ini memungkinkan Guizhou mengoperasikan layanan Apple iCloud di Tiongkok.

Kontrak antara kedua perusahaan ini akan mulai diterapkan pada bulan Februari mendatang. Hanya meliputi akun iCloud di Tiongkok, kontrak ini tidak akan mempengaruhi akun iCloud yang terdaftar di luar wilayah salah satu negara terbesar di dunia tersebut.

Apple telah mengonfirmasi bahwa kedua perusahaan akan memiliki akses ke data yang disimpan di server cloud miliknya. GCBD merupakan perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah provinsi Guizhou di wilayah Tiongkok selatan.


Tiongkok menjadi salah satu negara yang mengharuskan perusahaan asing menyerahkan data terkait operasional di Tiongkok kepada pemerintah. Apple juga mengonfirmasi bahwa seluruh data iCloud terkait akan ditransfer mulai 28 Februari.

Menurut laporan BBC, konsumen yang tinggal di Tiongkok dan tidak bersedia menggunakan iCloud yang dioperasikan oleh GCBD memiliki opsi untuk menghapus akun iCloud mereka. Sementara itu, Apple telah mulai mengirimkan pesan kepada pengguna iCloud di wilayah Tiongkok.

Pesan Apple ini berisi pemberitahuan bahwa data yang tersimpan di iCloud, termasuk foto, video, dokumen dan backup milik konsumen harus mematuhi persyaratan dan ketentuan iCloud yang dioperasikan oleh GCBD. Sementara layanan iCloud tidak akan terpengaruh oleh perubahan tersebut.

Namun, Apple kembali menegaskan kepada pelanggannya bahwa privasi data pengguna menjadi fokus utama, baik bagi Apple, maupun bagi GCBD. Sehingga Apple dapat menjamin tidak akan ada celah keamanan yang dibuat ke sistem miliknya.

Sayangnya, meski telah mendapatkan pertanyaan terkait komitmen Apple pada privasi data, sejumlah pengguna internet di Tiongkok menyuarakan kekhawatiran mereka terkait peluang pengawasan data pengguna dan interaksi dengan pemerintah Tiongkok.



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.