Laporan terbaru menyebutkan bahwa pengembang ChatGPT tengah mempertimbangkan pendekatan baru memungkinkan percakapan dengan nuansa dewasa atau sugestif. Meski demikian, konten yang diizinkan akan tetap berbasis teks ringan dan tidak mengarah pada deskripsi grafis.
Mengutip Digital Trends, pendekatan ini digambarkan sebagai “spicy but not graphic”, berarti percakapan dapat mengandung elemen romantis atau sugestif, tetapi tetap menjaga batas keamanan dan kepatuhan terhadap kebijakan konten.
Untuk menghindari penyalahgunaan, fitur ini dirancang hanya dapat diakses oleh pengguna dewasa yang telah melalui proses verifikasi usia. Hal ini menjadi langkah penting mengingat tingginya jumlah pengguna muda pada platform AI.
Selain itu, pengembang juga berupaya memastikan sistem tetap mampu menyaring konten berbahaya, termasuk terkait dengan kekerasan, eksploitasi, atau interaksi tidak pantas. Kendati membuka peluang baru dalam interaksi AI, rencana ini juga memunculkan sejumlah kekhawatiran.
Beberapa pihak menilai bahwa fitur percakapan dewasa berpotensi menimbulkan ketergantungan emosional atau penggunaan tidak sehat. Di sisi lain, pembatasan pada konten visual, seperti tidak adanya dukungan gambar atau video, dinilai sebagai langkah untuk mematuhi regulasi yang kian ketat terhadap konten digital, khususnya di berbagai negara.
Pendekatan ini juga menjadi pembeda dibandingkan dengan beberapa platform lain yang lebih longgar dalam mengizinkan konten dewasa berbasis visual. Hingga saat ini, fitur percakapan “spicy” tersebut masih dalam tahap pengembangan dan belum memiliki jadwal peluncuran resmi.
Penundaan ini disebut dilakukan untuk memastikan kesiapan teknologi serta sistem pengamanan yang memadai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News