Program ini merupakan bagian dari inisiatif Microsoft Elevate, sebuah platform skilling nasional yang menargetkan sertifikasi bagi 145.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 5.000 pembuat kebijakan AI di seluruh Indonesia. Hingga Oktober 2025, program GARUDA AI telah melatih lebih dari 100.000 ASN dari 30 provinsi dan menghasilkan 800 ide inovasi melalui hackathon nasional.
Arief Suseno, AI Skills Director Microsoft Indonesia, menekankan bahwa teknologi ini hadir untuk memberdayakan manusia, bukan menggantikannya. "Kami mendorong terwujudnya ASN Produktif yang mampu menggunakan AI secara nyata dalam pengambilan keputusan dan pelayanan publik agar lebih cepat serta berdampak," ujarnya.
Pemilihan Banten sebagai provinsi pelopor didasarkan pada kesiapan infrastruktur digitalnya yang unggul, termasuk keberadaan KEK ETKI sebagai pusat inovasi. Dr. Rizal Edwin Manansang, Sekjen Dewan Nasional KEK, menyatakan bahwa transformasi ini harus melekat langsung ke dalam SOP kerja ASN, bukan sekadar pelatihan sekali jalan. Hal ini krusial untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang positif, dengan Banten mencatatkan angka 5,37% pada 2026.
Puncak dari acara ini adalah sesi panel yang menantang ASN Banten merumuskan solusi nyata berbasis tiga tahap: pendefinisian masalah, pembangunan literasi AI untuk mengevaluasi data secara kritis, dan integrasi teknologi ke dalam alur kerja harian.
Hasil dari pertemuan ini dirangkum dalam Draft Regional Policy Recommendations on AI-Enabled Job Readiness and Workforce Development. Dokumen ini akan dibawa ke AI National Summit di Jakarta pada Jun 2026 sebagai masukan resmi bagi kebijakan nasional.
Setelah Banten, rangkaian summit akan berlanjut ke empat kota besar lainnya guna memperkuat visi menjadikan Indonesia sebagai pusat talenta digital di ASEAN.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News