Google resmi merilis model AI Lyria-3 di Gemini yang bisa menciptakan musik berdurasi sekitar 30 detik hanya berdasarkan permintaan teks, menambah kemampuan kreatif AI di 2026.
Google resmi merilis model AI Lyria-3 di Gemini yang bisa menciptakan musik berdurasi sekitar 30 detik hanya berdasarkan permintaan teks, menambah kemampuan kreatif AI di 2026.

Model AI Lyria-3 ke Gemini Bisa Bikin Musik 30 Detik dari Prompt Teks

Lufthi Anggraeni • 20 Februari 2026 13:22
Ringkasnya gini..
  • Google menambahkan model AI Lyria-3 ke Gemini, berkemampuan menghasilkan musik 30 detik hanya dari perintah teks.
  • Model ini membuka peluang bagi kreator dan pengembang untuk membuat klip musik cepat sesuai deskripsi pengguna tanpa aplikasi terpisah.
  • Kendati disambut positif, kemampuan AI ini juga memicu diskusi soal hak cipta dan etika dalam produksi konten kreatif oleh teknologi.
Jakarta: Google secara resmi menghadirkan model kecerdasan buatan terbaru bertajuk Lyria-3 ke dalam platform Gemini, memberikan kemampuan baru cukup revolusioner yaitu menciptakan lagu berdurasi sekitar 30 detik hanya dari perintah teks atau text prompt.
 
Pembaruan ini menegaskan komitmen Google dalam memperluas fungsi AI kreatif yang bisa digunakan langsung oleh pengguna melalui Gemini. Model Lyria-3 merupakan versi lanjutan dari lini AI generatif yang fokus pada produksi konten audio.
 
Dengan kemampuan baru ini, Gemini tidak lagi terbatas pada teks atau gambar saja, tetapi kini dapat menghasilkan klip musik pendek berdasarkan instruksi deskriptif yang diberikan oleh pengguna, misalnya genre, suasana, tempo, maupun instrumen yang diinginkan dalam permintaan teks.

Google dilaporkan menjadikan Lyria-3 sebagai bagian dari strategi integrasi AI yang lebih komprehensif di ekosistem Google. Pengguna akan dapat memicu kemampuan pembuatan musik langsung dari antarmuka Gemini tanpa memerlukan aplikasi tambahan, cukup dengan memasukkan permintaan berupa deskripsi musik yang diinginkan.
 
Cara kerja Lyria-3 cukup sederhana namun kuat. Pengguna memberikan rincian permintaan berupa teks, misalnya “musik elektronik energik dengan nuansa chillwave 30 detik” atau “ritme jazz santai dengan melodi piano”, kemudian sistem akan menghasilkan komposisi audio sesuai definisi tersebut.
 
Hal ini membuka peluang baru untuk pembuatan musik cepat, pembuatan konten sosial, atau eksperimen kreatif. Selain itu, Lyria-3 juga diposisikan sebagai alat bantu yang dapat digunakan oleh kreator atau pengembang yang membutuhkan klip musik untuk prototipe aplikasi, konten video pendek, atau sekadar eksperimen audio tanpa harus membuat musik secara manual dari awal.
 
Kapasitas AI ini memungkinkan pembuatan variasi musik yang beragam hanya dalam hitungan detik. Sementara itu, Google belum memberikan batasan resmi untuk panjang musik yang bisa dihasilkan Lyria-3 di luar durasi dasar 30 detik.
 
Meski demikian, banyak analis memperkirakan bahwa kemampuan model akan berkembang di masa mendatang untuk durasi lebih panjang dan kontrol parameter musik lebih detail. Kehadiran Lyria-3 mendapatkan respons positif di kalangan pengembang dan kreator konten yang melihat potensi besar dalam otomatisasi proses kreatif.
 
Namun, sejumlah pengamat juga menyoroti tantangan hak cipta dan orisinalitas, terutama ketika AI menghasilkan musik yang mirip dengan karya manusia tertentu. Diskusi mengenai etika dan kerangka hukum penggunaan AI dalam produksi konten kreatif terus berkembang seiring peningkatan fungsionalitas teknologi ini.
 
Google terus memperluas akses model-model AI canggih di Gemini sebagai bagian dari strategi AI first yang diusung perusahaan. Dengan hadirnya Lyria-3, ke depan pengguna diperkirakan dapat mengeksplorasi berbagai jenis konten kreatif, dari teks, gambar, hingga audio,  dengan cara yang lebih sederhana dan interaktif.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA