Foto: Schneider Electric
Foto: Schneider Electric

Dorong Transformasi Smart Hospital Berkelanjutan di Indonesia

Mohamad Mamduh • 05 Mei 2026 19:51
Ringkasnya gini..
  • Transformasi ini menjadi krusial di tengah upaya pemerintah mendorong digitalisasi layanan kesehatan.
  • Isu utama meliputi pengelolaan biaya operasional, pengalaman pasien, serta sistem informasi yang masih terfragmentasi.
  • Melalui forum ini, para pemangku kepentingan optimistis bahwa adopsi teknologi pintar tidak hanya akan meningkatkan mutu layanan kesehatan di Indonesia.
Jakarta: Schneider Electric, pemimpin global dalam teknologi energi, berkolaborasi dengan Perkumpulan Teknik Pelayanan-Kesehatan Indonesia (PTPI) menggelar Healthcare Leadership Forum 2026 di Jakarta. Forum strategis ini bertujuan mengakselerasi transformasi rumah sakit di Indonesia menjadi smart hospital yang digital, efisien, dan berkelanjutan.
 
Transformasi ini menjadi krusial di tengah upaya pemerintah mendorong digitalisasi layanan kesehatan. Rumah sakit, yang beroperasi 24/7, menghadapi tantangan konsumsi energi yang sangat tinggi, bahkan bisa mencapai 2,5 kali lipat dibandingkan bangunan komersial biasa.
 
Martin Setiawan, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, menegaskan bahwa transformasi menuju rumah sakit pintar memerlukan pendekatan menyeluruh. "Schneider Electric berkomitmen mendukung pemerintah melalui integrasi elektrifikasi, otomasi, dan digitalisasi untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur serta efisiensi energi jangka panjang," ujarnya dalam sesi pembukaan.

Dalam panel diskusi bertajuk Future Challenges & Sustainability of Indonesian Hospitals, dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas dari Kementerian Kesehatan bersama Eko Supriyanto (Presiden PTPI) dan Setiaji (Direktur IT BPJS) menyoroti tantangan struktural sektor kesehatan.
 
Isu utama meliputi pengelolaan biaya operasional, pengalaman pasien, serta sistem informasi yang masih terfragmentasi. Eko Supriyanto menekankan perlunya sinergi kuat antara regulasi, pembiayaan, dan SDM untuk memastikan keberlanjutan layanan.
 
Implementasi nyata ditunjukkan oleh RS Kanker Dharmais dan RS Telogorejo. RS Kanker Dharmais memanfaatkan building automation system (BAS) untuk mengoptimalkan energi, sementara RS Telogorejo berhasil meningkatkan efisiensi energi hingga lebih dari 15% melalui integrasi sistem digital.
 
Sebagai mitra teknologi, Schneider Electric menawarkan solusi EcoStruxure for Healthcare. Platform berbasis IoT ini mencakup pengelolaan energi kritikal, keamanan sistem end-to-end, hingga digitalisasi operasional. Secara global, solusi ini terbukti mampu menekan konsumsi energi hingga 20% dan meningkatkan efisiensi melalui analitik data real-time.
 
Melalui forum ini, para pemangku kepentingan optimistis bahwa adopsi teknologi pintar tidak hanya akan meningkatkan mutu layanan kesehatan di Indonesia, tetapi juga menciptakan ekosistem rumah sakit yang lebih tangguh menghadapi tantangan masa depan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA