Keduanya juga tercatat sebagai partisipan dalam Smart City Summit & Expo (SCSE), forum internasional yang mempertemukan pemangku kepentingan kota pintar dari berbagai negara. Kehadiran mereka mencerminkan arah perkembangan kota masa depan yang kian terintegrasi, efisien, serta berorientasi pada keberlanjutan.
Smart City Takeshiba hadir dengan pendekatan berbasis platform data real-time yang mengintegrasikan berbagai sumber informasi seperti data bangunan, lingkungan, lalu lintas, serta open data.
Sistem ini memungkinkan visualisasi data secara komprehensif guna mendukung pengambilan keputusan, sekaligus mendistribusikan informasi kepada masyarakat melalui penanda atau signage digital dan aplikasi.
Implementasi teknologi tersebut tidak hanya meningkatkan mobilitas pejalan kaki, tetapi juga memperkuat ketahanan kota terhadap bencana. Sistem peringatan dini gempa, panduan evakuasi, serta informasi lokasi shelter menjadi bagian dari ekosistem digital yang dirancang untuk menjangkau puluhan ribu pengguna.
Proyek ini bahkan telah menjangkau sekitar 30.000 pengguna melalui distribusi informasi real-time dan mampu memberikan informasi darurat kepada sekitar 50.000 komuter. Keunggulan lainnya terletak pada pendekatan inklusif, di mana informasi tidak hanya disalurkan melalui smartphone, tetapi juga melalui signage digital bagi masyarakat tanpa akses perangkat pribadi.
Model ini dinilai memiliki potensi replikasi di berbagai kota dengan tantangan serupa. Pencapaian proyek ini semakin diperkuat dengan terpilihnya Smart City Takeshiba sebagai finalis World Smart City Awards 2025 dalam kategori Enabling Technology.
Hal tersebut menandai pertama kalinya proyek sektor swasta dari wilayah Tokyo masuk dalam nominasi penghargaan global tersebut. Sementara itu, Ancillary Power menampilkan pendekatan berbeda melalui pengembangan Virtual Power Plant (VPP) berbasis AI untuk meningkatkan ketahanan energi perkotaan.
Dengan mengusung tema AI-Driven Dispatch × Enhancing Urban Energy Resilience, perusahaan ini menekankan transisi dari konsep menuju implementasi nyata dalam sistem energi kota. VPP berfungsi sebagai sistem terintegrasi yang menggabungkan berbagai sumber energi, termasuk penyimpanan energi dan pengisian kendaraan listrik, menjadi satu kesatuan yang dapat dikelola secara efisien.
Teknologi ini memungkinkan pengendalian beban listrik saat puncak penggunaan, peningkatan stabilitas energi, serta optimalisasi distribusi daya di lingkungan urban. Dalam satu tahun terakhir, Ancillary Power telah mengembangkan solusi yang dapat diterapkan di berbagai sektor, termasuk pabrik pintar dan pusat data.
Sistem ini dirancang dengan prinsip dapat dikendalikan, diverifikasi, serta diskalakan, sehingga membuka peluang implementasi luas di berbagai kota. Sebagai bagian dari upaya edukasi publik, perusahaan juga memperkenalkan maskot Professor An untuk membantu menjelaskan konsep kompleks energi berbasis AI secara lebih mudah dipahami oleh pengunjung pameran.
Partisipasi kedua entitas ini dalam SCSE 2026 menegaskan bahwa transformasi kota pintar tidak hanya berfokus pada digitalisasi layanan, tetapi juga pada integrasi sistem energi dan peningkatan ketahanan kota secara menyeluruh.
Dari platform data real-time hingga pengelolaan energi berbasis AI, inovasi yang ditampilkan menunjukkan arah baru dalam pembangunan kota lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News