Dalam kerja sama ini, Adobe akan memanfaatkan ekosistem komputasi NVIDIA, termasuk CUDA-X, pustaka NeMo, serta model terbuka Cosmos, untuk meningkatkan kualitas dan kontrol pada model Firefly generasi terbaru. Model ini dirancang agar mampu menghasilkan konten kreatif yang lebih sesuai dengan identitas merek sekaligus menjaga keamanan hak cipta.
Selain itu, kedua perusahaan akan mengembangkan agentic workflows dengan memanfaatkan NVIDIA Agent Toolkit dan Nemotron. Teknologi ini memungkinkan proses kreatif dan pemasaran berjalan secara otomatis, skalabel, dan efisien, sehingga perusahaan dapat mempercepat produksi konten tanpa mengorbankan kualitas.
Adobe juga memperkenalkan solusi cloud-native untuk 3D digital twins yang kini tersedia dalam versi beta publik. Dibangun di atas pustaka NVIDIA Omniverse dan standar OpenUSD, solusi ini memungkinkan merek menciptakan replika virtual produk mereka untuk kebutuhan pemasaran dan perdagangan digital.
Di sisi enterprise, Adobe Firefly Foundry akan mengintegrasikan infrastruktur NVIDIA guna menghadirkan model AI khusus yang dapat disesuaikan dengan konten dan identitas merek tertentu. Dengan demikian, perusahaan dapat memanfaatkan AI generatif secara aman dan terukur sesuai kebutuhan bisnis.
Integrasi teknologi NVIDIA juga akan memperkuat berbagai produk Adobe, termasuk Photoshop, Premiere Pro, Acrobat, Frame.io, dan Experience Platform. Hasilnya, pengguna akan merasakan peningkatan kecepatan, kualitas, dan fleksibilitas dalam menghasilkan konten kreatif berbasis AI.
Kedua perusahaan menegaskan bahwa kolaborasi ini bukanlah hal baru. Adobe dan NVIDIA telah bekerja sama selama lebih dari dua dekade, dan kini kemitraan tersebut memasuki fase baru dengan fokus pada AI generatif.
Shantanu Narayen, CEO Adobe, menyebut langkah ini sebagai upaya menghadirkan inovasi kreatif yang lebih inklusif, sementara Jensen Huang, CEO NVIDIA, menekankan pentingnya AI dalam mendefinisikan ulang cara dunia berkreasi dan berkomunikasi.
Dengan kemitraan ini, Adobe dan NVIDIA berharap dapat mendorong adopsi luas teknologi AI generatif di kalangan kreator, pemasar, dan perusahaan global, termasuk di pasar berkembang seperti Indonesia, di mana kebutuhan akan konten digital yang cepat, aman, dan relevan semakin meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News