Ditambah lagi, mereka berhasil menjual OnePlus One lebih banyak ketimbang jumlah unit yang diproduksi. Ini sebenarnya bukan langkah yang mudah bagi mereka, apalagi setelah menerapkan kebijakan invitation yang dikenal cukup kontroversial. “Kami sama sekali belum siap untuk apa yang terjadi,” kata Carl Pei, CEO OnePlus.
Pada awalnya, OnePlus hanya berkonsentrasi pada pasar di negerinya sendiri, Tiongkok. Desain dan spesifikasi yang premium, ditambah dengan harga tergolong cukup terjangkau menjadi alasan mengapa banyak sekali konsumen internasional yang berminat untuk membeli OnePlus One. Mereka pun berharap OnePlus generasi kedua bisa menarik konsumen dengan jumlah yang lebih banyak.
Carl mengatakan, perusahaan mereka masih seumur jagung, dan di tahun ini akan berfokus pada peningkatan layanan terhadap konsumen. Sejauh ini, kita mendengar kabar terkait keberadaan OnePlus Two. Sementara itu, konsumen di Indonesia mungkin masih harus bersabar karena menunggu kedatangan OnePlus One. (Techno Buffalo)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News