Temuan besar ini pertama kali ditemukan teleskop Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) yang berada di Chili, dan untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia berhasil mengabadikan planet yang sedang dalam proses pembentukan.
Menurut Popular Science, HL-Tau berada 450 tahun cahaya dari gugus bintang taurus. Sistem atata surya ini memang merupakan salah satu objek penelitian para ilmuwan karena memiliki bintang yang masih berusia muda (dwarf star).

Saat tengah diteliti, imuwan secara tidak sengaja menemukan kumpulan debu yang membentuk gugus berupa piringan. Gugus tersebut diyakini akan membentuk planet dalam beberapa juta tahun ke depan. Gugus tersebut kemudian difoto menggunakan sistem pengambilan gambar jarak jauh yang dimiliki ALMA.
"Ini adalah penemuan besar. HL-Tau merupakan sistem tata surya yang umurnya tidak lebih dari satu miliar tahun, wajar jika di dalamnya terdapat planet yang sedang mulai terbentuk," ujar Deputy Program Scientist sekaligus Lead Program Scientist untuk program ALMA, Catherine Vlahakis.
"Temuan ini akan membawa revolusi di teori pembentukan planet."
Menurut penelitian, planet baru ini masih dalam tahap debu kosmik saling berkumpul dan menyatu menjadi sebuah gumpalan besar yang nantinya akan menjadi sebuah planet. Jika telah terbentuk menjadi planet, ia akan lahir sebagai anggota dari sistem tata surya HL-Tau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News