Pembaruan ini dikatakan menawarkan fitur yang memungkinkan para pengguna memastikan keamanan aplikasi, melindungi aplikasi yang krusial, dan memperkuat pertahanan sistem terhadap ancaman secara lebih efektif di arsitektur on-premise, cloud, maupun hibrida.
"Pendekatan keamanan yang berpusat pada perlindungan jaringan dan perangkat yang terkoneksi tidak lagi cukup. Aplikasi dan akses menuju aplikasi tersebut kini telah menjadi perimeter keamanan baru," ujar Senior Vice President, Asia Pacific, F5 Networks, Emmanuel Bonnassie.
"Kebutuhan untuk melindungi perimeter ini dan kemampuan untuk mendeteksi serta memitigasi serangan telah mengubah lanskap keamanan di masa depan"
Beberapa perubahan yang dihadirkan oleh F5 kali ini termasuk perilisan versi terbaru dari Software BIG-IP, versi 12.1, peningkatan kemampuan BIG-IP Application Security Manager (ASM), Akselerasi kemampuan dalam hal membuat daftar hitam IP yang berbahaya dan mengancam layer 7 di dalam hardware, serta menyediakan laporan yang mendetail hingga daftar hitam telah berhasil diperbarui dengan BIG-IP ASM.
Selain itu, terdapat juga penambahan di lini visibilitas ke dalam koneksi HTML 5 WebSocket, peningkatan kemampuan dalam hal mitigasi serangan L3 – L7, hingga perluasan dukungan terhadap ekosistem Azure, termasuk integrasi kemampuan F5 web application firewall (WAF) di dalam Azure Security Center.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News