Anda Bisa Sembunyikan Poni di Google Pixel 3 XL
Google mengonfirmasi ketersediaan opsi untuk menyembunyikan desain poni pada layar Pixel 3 XL.
Jakarta: Resmi diumumkan, Google Pixel 3 XL hadir dengan usungan desain layar berponi. Keputusan Google untuk menggunakan desain itu disambut kurang baik oleh sejumlah penggemar smartphone karya Google tersebut. Itu dianggap sebagai kemunduran jika dibandingkan dengan desain Pixel 2 XL.

Saat ditanya tentang kemampuan Pixel 3 XL untuk menyembunyikan poni layar via Twitter, Google pada awalnya menghindari pertanyaan tersebut dengan menyebut bahwa elemen desain ini memungkinkan mereka untuk mengintegrasikan setup kamera depan dan speaker stereo baru.

Selain itu, Google juga mengklaim bahwa rasio poni ke layar perangkatnya lebih kecil jika dibandingkan dengan perusahaan pembuat smartphone lain. Namun, saat penanya mengirimkan gambar Xiaomi Pocophone F1 yang tidak menggunakan poni, Google mengonfirmasi bahwa mereka menyediakan opsi untuk menyembunyikan bagian poni pada Pixel 3 XL.


Google menyebut, opsi ini hadir untuk pengguna yang lebih menyukai tampilan smartphone tradisional. Pada dasarnya, opsi baru tersebut membuat Pixel 3 XL terlihat serupa Pixel 2 XL, meski generasi ketiga smartphone ini mengusung ukuran layar sedikit lebih besar.

Menjawab permintaan sejumlah pihak, Phone Arena menganggap opsi itu tidak mengubah fungsi bagian layar atas ponsel sebagai lokasi penampil notifikasi, waktu, tingkat baterai, Wi-Fi dan grafik sinyal jaringan seluler seperti ponsel pada umumnya.

Sementara itu, Google turut mengonfirmasi, saat ini perusahaannya tengah mencoba untuk menghadirkan poni pada layar Pixel 3 berbodi lebih kecil. Sayangnya, keterbatasan hardware terkait speaker stereo dan kamera depan memaksanya untuk menghentikan upaya tersebut.



(ELL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.