Review Smartphone

Rasanya Pakai Pocophone F1, Harga Murah Spesifikasi Mewah

Mohammad Mamduh, Cahyandaru Kuncorojati 09 September 2018 12:14 WIB
xiaomireview gadget
Rasanya Pakai Pocophone F1, Harga Murah Spesifikasi Mewah
Xiaomi Pocophone F1
Jakarta: Kehadiran Pocophone di Indonesia langsung menyita perhatian banyak pihak, terutama para vendor smartphone. Pasalnya, anak perusahaan Xiaomi ini adalah satu-satunya yang bisa menawarkan ponsel dengan spesifikasi kelas premium dengan harga menengah.

Harga ini bahkan dinilai cukup terjangkau oleh para konsumen yang terbiasa merogoh kocek untuk membeli ponsel di kisaran Rp5 juta. Ditambah lagi, jeda waktu perilisannya di Indonesia dengan versi global tidak sampai seminggu, membuatnya semakin nyata sebagai ancaman terhadap kompetitor.

Kehadiran Pocophone F1 di pasar Indonesia yang cukup cepat ini membuat Medcom.id tidak sabar untuk mengujinya. Seperti yang sudah Anda ketahui, kami cukup lengkap mengulas berbagai ponsel Xiaomi. Selama ini, mereka menawarkan spesifikasi yang menarik dengan harga yang terjangkau.


Pakem tersebut tetap dibawa ke Pocophone F1. Pertanyaan yang muncul adalah apakah memang layak sebuah ponsel dengan jeroan premium dibanderol dengan harga yang lebih murah dibanding posnel besutan vendor lain? Berikut ulasan Medcom.id.

 

Desain

Pocophone F1 diproyeksikan sebagai ponsel premium dengan harga menengah. Tentunya, ada beberapa pengorbanan yang dilakukan demi mewujudkan hal tersebut. Salah satunya adalah desain.

Saya mengakui bahwa tampilan Pocophone F1 terlihat mewah, untuk sebuah ponsel kelas menengah. Oleh karena itu, jangan membandingkannya dengan produk Samsung, terlepas dari spesifikasi yang ditawarkan.

Ponsel ini mengusung layar 6,18 inci, dengan rasio layar ke bodi mencapai 82 persen. Ponsel ini terlihat bezel-less dan memberikan pengalaman visual yang baik. Hampir tidak ada ruang kosong di bawah layar, yang biasanya dipakai untuk menanamkan tiga navigasi utama.

Ini karena Xiaomi memindahkannya ke dalam layar. Pada bagian atasnya Anda bisa melihat poni yang cukup lebar. Alasannya, selain speaker telepon, kamera dan sensor khusus juga terpasang di sini. Secara keseluruhan, tampilan depan Pocophone F1 cukup keren.

Bodi belakang Pocophone F1 bagi saya cukup mengkhawatirkan. Desainnya memang terlihat menarik. Ada dua kamera belakang yang terpasang horizontal, dan di bawahnya ada pemindai sidik jari. Desain komponen kamera dan pemindai sidik jari ini cukup tampil beda. Di sebelah kamera ada LED flash yang dipasang terpisah. Pada sisi bawahnya Anda bisa melihat logo Pocophone yang sederhana.



Material polikarbonat yang tidak mudah kotor berbalut warna biru memberikan kesan elegan yang menurut saya cukup tepat. Begitu juga dengan grip yang ergonomis, nyaman saat dipakai hanya dengan satu tangan. Sayangnya, bodi belakang ini tidak memberikan kesan kukuh.

Selama penggunaan, saya cukup khawatir karena material ini terkesan tipis dan mudah rusak ketika tak sengaja terbentur dengan benda asing. Atau bahkan saat saya meletakkan Pocophone F1 di meja dengan tenaga yang agak berlebihan. Xiaomi mencoba mengurangi rasa khawatir ini dengan menyediakan case pelindung dalam paket penjualan.

Antarmuka Pocophone F1 cukup lengkap. Tidak hanya menggunakan USB-C, Anda masih akan menemukan port audio, yang memang sangat membantu pengguna yang gemar mendengarkan musik lewat headset. Ada dua slot kartu SIM hibrida, yang bisa dipakai untuk kartu Micro SD untuk penyimpanan tambahan.

Xiaomi tampaknya sadar bahwa konsumen seringkali menanyakan dukung penyimpanan eksternal, terlepas dari besarnya kapasitas memori internal yang sudah ditanam. Port USB-C berada di antara 12 lubang speaker yang terbagi dua.

 

Antarmuka dan Software

Sebagai ciptaan Xiaomi, Pocophone F1 ikut mengadopsi MIUI 9. Beberapa perbedaan yang ingin diperlihatkan adalah kustomisasi tambahan, dengan menghapus dan menambahkan beberapa aspek yang dianggap esensial. MIUI 9 for Poco dirancang lebih ringan dan lebih cepat, dan sejauh ini klaim tersebut terbukti lewat kecepatan boot saat ponsel baru menyala.

Tidak ada pembanding yang tepat dengan ponsel Xiaomi seri lainnya karena selama ini mereka meluncurkan rumpun Redmi di Indonesia. Kecepatan boot tersebut juga didukung oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 845.

Kembali ke antarmukanya, Pocophone F1 menggunakan MIUI 9.6 berbasis Android 8.1.0 Oreo. Xiaomi sendiri memastikan ponsel ini kebagian Android P. Selama menggunakan ponsel Xiaomi, memang ada perbedaan pada antarmuka ini.

Pocophone F1 tetap menawarkan App Drawer dengan cara mengusap layar ke atas. Dengan begitu, tampilan utama ponsel tidak akan terlihat ramai, dan Anda bisa mudah mengatur aplikasi apa yang ingin tampil.



Hal menarik adalah ketersediaan beberapa kategori aplikasi bawaan yang cukup esensial. Misalnya, aplikasi untuk komunikasi, belanja, hiburan, game, fotografi, dan berita. Kategori yang cukup membuat penasaran adalah warna.

Ya, MIUI for Poco pada Pocophone F1 menawarkan kategori aplikasi khusus yang bisa dipilih berdasarkan warna aplikasinya. Sejauh ini, saya tidak melihat manfaatnya ketika menyatukan aplikasi e-commerce, media sosial, dan game dalam satu folder karena semuanya menggunakan warna biru.

Untuk aplikasi bawaan, Pocophone F1 terlihat cukup banyak menanamkan aplikasi lokal untuk memenuhi kadar TKDN. Selain media sosial dan agregator berita, Xiaomi juga menanamkan aplikasi media nasional. Ada juga aplikasi PicMix dan beberapa aplikasi internal lainnya yang cukup esensial untuk berbagai data atau manajemen file.

Beralih ke pengaturan, MIUI pada Pocophone F1 cukup menarik. Untuk memeriksa update software, biasanya saya akan langsung geser layar ke bawah untuk mencari pilihan About Phone. Kebiasaan itu tidak berlaku pada Pocophone F1 karena pilihan ini terletak paling atas.

Ini memang memudahkan konsumen ketika ingin melihat pembaruan OTA yang diklaim Xiaomi akan rutin terbit. Terkait fungsi lainnya, MIUI ini tidak berbeda dengan ponsel Xiaomi lainnya, seperti statistik tampilan konsumsi data dalam bentuk grafik, pilihan Second Space untuk profil khusus, Smart Gesture untuk operasional yang lebih unik, Dual Apps untuk pengaturan spesial pada aplikasi spesifik, dan pilihan untuk menghapus poni sesuai selera.

 

Kamera dan Video

Pocophone F1 mengusung kamera belakang 12MP+5MP. Kamera kedua berfungsi sebagai sensor jarak objek dengan lensa. Ini bisa meningkatkan akurasi saat kamera merekam detail satu objek. Besaran megapiksel yang ditawarkan memang kecil jika diadu dengan ponsel premium lainnya. Namun, bukan berarti kualtiasnya jelek.

Pocophone F1 mampu merekam berbagai macam skenario foto dengan kualitas yang baik, dan ini berlaku hampir dalam segala jenis pencahayaan.

Pada kondisi cahaya terik seperti siang hari, Pocophone F1 bisa menangkap detil objek dan warna scara akurat. Lebih rinci lagi, kamera ini bisa menangkap detil warna secara tepat. Elemen warna biru, hijau, dan merah yang ditangkap cukup akurat, tetapi cenderung lebih lembut. Artinya, perekaman foto akan dirasa lebih halus.

Saat kondisi cahaya mulai berkurang seperti pada sore hari, kamera ini bisa menangkap elemen biru terbaik, yang memberikan kesan ciptaan foto dari ponsel premium.





Lanjut ke pengambilan foto dalam kondisi minim cahaya, misalnya di malam hari atau di dalam ruangan. Setara dengan kualitas kamera belakangnya, Pocophone berhasil menyajikan kualitas foto low light yang cukup memuaskan.

Umumnya, dalam kondisi gelap, autofokus kamera akan kesulitan menghasilkan foto yang tajam sekaligus pencahayaan yang cukup. Kamera belakang Pocophone F1 rupanya cukup jeli untuk menangkapnya. Saya tidak butuh waktu lama membidik foto tanpa harus menetukan titik fokus.

Kamera belakang Pocophone F1 juga memanfaatkan kecerdasan buatan seperti smartphone lain saat ini, yang mampu mendeteksi mode pengambilan foto yang paling sesuai dengan objek foto.



Beberapa kali saya kerap sulit menyadari apakah mode AI Pocophone F1 sudah mengenali obejk foto atau belum, karena di smartphone lain biasanya akan muncul notifikasi di layar berupa teks di bagian tepi layar.



Kamera depannya menawarkan kualitas 20MP, tentunya dengan fitur Beautify. Hasil foto Pocophone F1 memang layak diacungi jempol. Pada kondisi cahaya yang tidak terlalu terik dan tidak terlalu gelap. Kamera depan ini mampu menangkap raut wajah secara akurat. Ini bisa ditingkatkan dengan mematikan Beautify. Di bawah ini Anda bisa melihat beberapa contoh foto kamera depan.



Kemampuan kamera Pocophone F1 memang bagus. Di sisi lain, saya tidak merasakan pengalaman yang lebih dari ponsel ini, jika dibandingkan seri Redmi Note yang sudah pernah saya jajal. Secara kualitas memang lebih baik walaupun tidak signifikan, dan tidak ada fitur menarik yang membuatnya beda dengan rumpun ponsel di bawahnya.

Di kemampuan menangkap video, Pocophone F1 menyediakan dua fitur, yakni pengambilan video seperti biasa dan short video ala Stories Instagram dengan durasi 1 menit. Pada menu video biasa, tersedia fitur untuk menghasilkan timelapse dan slow motion.

Durasi interval untuk mode timelapse bisa dikustomisasi, sayangnya tidak di fitur slow motion. Medcom.id menganggap fitur ini hanya sekadar ikutan tren yang sempat diramaikan oleh Samsung dan Huawei.

Untuk resolusi video kamera Pocophone F1 mampu menghasilkan resolusi UHD 4K, FHD 1080p, dan HD 720p yang bisa dipilih di menu Settings kamera. Kamera Pocophone F1 juga sudah dilengkapi Image Stabilization.

 

Performa

Sebagai ponsel rasa premium, Pocophone F1 mengadopsi prosesor Qualcomm Snapdragon 845. Prosesor ini memang biasanya terpasang pada ponsel dengan harga lebih dari Rp7 juta. Punya kasta tertinggi, prosesor ini sanggup menghasilkan performa yang apik di kelasnya.

Ponsel di harga yang sama sudah pasti kalah dari Pocophone F1, apalagi ditambah dengan kapasitas RAM 6GB. Oleh karena itu, kami membandingkannya dengan ponsel lain yang juga menggunakan prosesor ini. Di bawah ini adalah perbandingan skor untuk PCMark dan 3DMark.

Spesifikasi premium Pocophone F1 juga membuat OS yang terpasang sangat ringan. Anda tidak akan menemukan lag dalam menjalankan apapun, termasuk mengoperasikan beberapa aplikasi sekaligus. Layar yang jernih menghasilkan resolusi tergolong tinggi di kelasnya juga cocok untuk memenuhi aktivitas penggunanya.

Pengalaman ini sama persis saat Anda menggunakan ponsel kompetitor yang harganya lebih mahal. Hal yang sama juga berlaku saat bermain game.



Medcom.id menjajal Pocophone F1 untuk bermain game PUBG Mobile. Pada proses awal permainan, game langsung otomatis mengajurkan smartphone ini bermain dengan tingkat kualitas grafis tinggi.

Di sini, kami meningkatkan lagi pengaturan kualitas grafisnya ke kualitas HDr dan frame rate Ultra, mode Anti Aliasing aktif dan kami menonaktifkan mode auto adjust sehingga FPS dari frame rate bisa sangat tinggi jadi pergerakannya lebih lancar dan sangat memanjakan mata.

Tentu saja hal ini berdampak ke kinerja yang lebih berat dengan efek samping suhu perangkat yang meningkat. Berdasarkan pengecekan mengunakan pengukur suhusuhunya naik turun di sekitar 36-37 derajat celcius. Ini berhasil membuktikan teknologi LiquidCool yang diklaim Xiaomi.

Perlu dicatat bahwa kami memainkannya di dalam ruangan. Suhu sempat meningkat menjadi 39 derajat, tapi tidak lebih tinggi lagi dan permainan tetap berjalan mulus.


Baterainya cukup awet. Pocophone F1 bisa bertahan hampir 15 jam dengan skenario penggunaan berat: tiga aplikasi media sosial aktif bersamaan, bermain game PUBG atau Asphalt 9: Legends, dan menonton streaming via YouTube atau Netflix. Daya tahan ini mengalahkan ponsel yang masuk dalam kelas premium. Performa yang apik memang merupakan sebuah kewajiban untuk prosesor yang biasa tertanam pada ponsel kelas premium.

Kesimpulan
Pocophone F1 adalah ponsel yang menarik, terlepas dari beberapa kekurangan yang ada. Ini memang sudah strategi Xiaomi dalam memasarkan ponsel tersebut: mengutamakan performa kencang dan tidak menanamkan fitur lain yang cenderung tidak terpakai dan memberatkan kinerja komponen.

Harus diakui, smartphone seperti ini cocok untuk konsumen Indonesia, mengingat harga dan jeroan adalah pertimbangan utama. Performa dan harga yang dipasang Pocophone F1 merupakan salah satu yang terbaik dalam database Medcom.id sepanjang 2018.

Terasa seperti banyak hal yang hilang darinya. Ini karena prosesor kelas atas yang tertanam, membuat saya berekspektasi bahwa ponsel ini menawarkan banyak hal, termasuk dari segi software. Meskipun telah dikustomisasi khusus, tidak ada hal yang membedakan Pocophone F1 dengan Xiaomi Redmi Note 5. Ini juga saya rasakan pada aspek kamera, yang memang menunjukkan peningkatan walau tak signifikan.

Pocophone F1 adalah salah satu ponsel rekomendasi kami di kelas menengah. Untuk konsumen yang sudah terbiasa memegang ponsel premium, mereka tidak akan menemukan hal yang istimewa pada Pocophone F1, selain harga yang dipatok.

Ponsel pintar kelas atas memang cenderung menyediakan berbagai fitur unik yang sudah dipasang dalam ekosistem milik vendor ponsel tersebut, sehingga memberikan aspek yang lebih dari sekadar komponen yang terpasang. Ini membuat konsumen yakin dengan ponsel itu, dan menjadi penggemar setia untuk 10 tahun ke depan.
 
  Pocophone F1
Prosesor Qualcomm Snapdragon 845
RAM 6GB
OS Android 8.1 + MIUI 9
Memori Internal 128GB
Kamera 12MP+5MP (belakang), 20MP (depan)
Baterai 4.000 mAh
Layar 6,18 inci 1080 x 2246 pixel
Harga Rp4.499.000
 
 
9
Pocophone F1
Plus
  • Spesifikasi dan harga terbaik di kelasnya
  • Layar tidak reflektif
  • Teknologi LiquidCool
Minus
  • Bodi cenderung rapuh
  • Kamera bagus, tapi tak terlalu istimewa




(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.