Uji baterai Galaxy S26 menunjukkan varian Snapdragon jauh lebih unggul dibandingkan dengan Exynos dengan selisih daya tahan hingga 28%.
Uji baterai Galaxy S26 menunjukkan varian Snapdragon jauh lebih unggul dibandingkan dengan Exynos dengan selisih daya tahan hingga 28%.

Uji Baterai Sebut Galaxy S26 Varian Snapdragon Jauh Lebih Irit dari Exynos

Lufthi Anggraeni • 30 Maret 2026 08:02
Ringkasnya gini..
  • Samsung Galaxy S26 Snapdragon bertahan 9 jam 26 menit, jauh lebih lama dari Exynos.
  • Selisih daya tahan mencapai hampir 28% dalam pengujian.
  • Efisiensi chipset jadi faktor utama perbedaan performa baterai.
Jakarta: Seri Samsung Galaxy S26 kembali menjadi sorotan, kali ini bukan karena fitur AI atau kamera, melainkan performa baterai yang menunjukkan perbedaan signifikan antar varian chipset pendukung seri smartphone terbaru Samsung tersebut.
 
Mengutip Digital Trends, laporan terbaru mengungkap bahwa model dengan prosesor Qualcomm Snapdragon memiliki daya tahan baterai jauh lebih baik dibandingkan dengan versi dengan chipset Exynos buatan Samsung.
 
Berdasarkan pengujian terbaru, Galaxy S26 dengan chipset Snapdragon mampu bertahan hingga 9 jam 26 menit, sementara varian Exynos hanya mencapai 6 jam 48 menit. Selisih ini mencapai hampir 28%, angka yang tergolong sangat besar untuk dua perangkat dengan kapasitas baterai yang sama.

Perbedaan tersebut diyakini berasal dari efisiensi daya chipset. Kendati Exynos 2600 secara teknis menawarkan spesifikasi kompetitif, dalam praktiknya konsumsi daya dinilai lebih boros dibandingkan dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5.
 
Menariknya, Samsung memang masih menerapkan strategi distribusi berbeda untuk chipset. Pasar seperti Amerika Serikat dan China mendapatkan varian Snapdragon, sementara wilayah lain, termasuk sebagian besar pasar global, menggunakan Exynos.
 
Hasil ini memunculkan kembali perdebatan lama di kalangan pengguna Samsung terkait perbedaan performa antara dua chipset tersebut. Dalam konteks daya tahan baterai, temuan terbaru ini memperkuat anggapan bahwa varian Snapdragon masih unggul dalam efisiensi energi.
 
Di sisi lain, seri Galaxy S26 tetap mengusung kapasitas baterai relatif serupa dengan generasi sebelumnya, yaitu sekitar 4.300 mAh hingga 5.000 mAh tergantung model. Hal ini membuat efisiensi chipset menjadi faktor kian krusial dalam menentukan pengalaman penggunaan sehari-hari.
 
Meski demikian, pengujian ini dilakukan dalam kondisi tertentu, sehingga hasil di dunia nyata bisa berbeda tergantung pola penggunaan masing-masing pengguna. Namun, perbedaan cukup besar ini tetap menjadi indikator penting dalam menilai performa kedua varian.
 
Temuan ini juga menjadi tantangan bagi Samsung untuk terus meningkatkan efisiensi chip Exynos di masa mendatang, terutama di tengah persaingan ketat industri smartphone flagship yang semakin menitikberatkan pada performa dan daya tahan baterai.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA