Ilustrasi: Red Hat
Ilustrasi: Red Hat

Tegaskan Peran Sentral Open Source di Transformasi AI Enterprise Asia Pasifik

Mohamad Mamduh • 15 Mei 2026 12:18
Ringkasnya gini..
  • Daniel Aw, VP dan General Manager Red Hat APAC, menyoroti bahwa AI adalah transformasi teknologi besar berikutnya setelah era Linux dan cloud-native.
  • Peluncuran RHEL Forever, yang memperpanjang siklus hidup dukungan Red Hat Enterprise Linux hingga 14 tahun atau lebih.
  • Fokus enterprise akan bergeser pada penerapan AI yang aman, tepercaya, dan patuh terhadap regulasi lokal melalui ekosistem open source yang kuat.
Jakarta: Red Hat mengakselerasi adopsi Kecerdasan Buatan (AI) di lingkungan enterprise melalui inovasi terbuka. Dalam sesi media virtual Red Hat Summit APAC 2026, jajaran eksekutif Red Hat memaparkan strategi perusahaan dalam membantu organisasi di Asia Pasifik menavigasi kompleksitas teknologi di era AI, otomatisasi, dan hybrid cloud.
 
Daniel Aw, VP dan General Manager Red Hat APAC, menyoroti bahwa AI adalah transformasi teknologi besar berikutnya setelah era Linux dan cloud-native. Ia menekankan bahwa model open source akan tetap menjadi fondasi utama inovasi AI. "Red Hat berperan menghadirkan inovasi open source secara cepat ke tingkat enterprise dengan jaminan keamanan, stabilitas, dan tata kelola yang mumpuni," ujar Daniel.
 
Salah satu pengumuman monumental adalah peluncuran RHEL Forever, yang memperpanjang siklus hidup dukungan Red Hat Enterprise Linux hingga 14 tahun atau lebih. Inisiatif ini dirancang khusus untuk mendukung pelanggan yang menjalankan aplikasi legacy krusial di tengah arus modernisasi.

Dari sisi teknis, Vincent Caldeira, CTO of APAC Red Hat, memperkenalkan rangkaian kapabilitas AI baru yang mencakup seluruh siklus hidup AI. Inovasi tersebut meliputi "AutoRAG" untuk penyederhanaan manajemen data, "Evaluation Hub" sebagai kontrol terpusat untuk evaluasi model, serta layanan "Model-as-a-Service" yang memudahkan developer mengakses model AI melalui API tanpa harus mengelola infrastruktur GPU yang kompleks.
 
Red Hat juga memperluas kolaborasinya dengan NVIDIA melalui AI Factory Blueprints dan dukungan langsung untuk arsitektur GPU generasi terbaru seperti Blackwell.
 
Fytos Charalambidas, VP of Technology Sales Red Hat APAC, menambahkan bahwa organisasi saat ini memiliki dua prioritas: inovasi cepat dan stabilitas jangka panjang. Untuk itu, Red Hat menghadirkan pembaruan pada OpenShift dan Ansible guna mendukung otomatisasi berbasis AI yang terintegrasi.
 
"Kami menawarkan pendekatan platform yang fleksibel, memberikan pelanggan kebebasan memilih di tengah perkembangan AI yang dinamis," jelas Fytos.
 
Di wilayah Asia Pasifik, sektor jasa keuangan, publik, dan pertahanan menjadi penggerak utama pertumbuhan, terutama dalam inisiatif sovereign AI dan private AI cloud. Red Hat optimistis bahwa hingga 2026, fokus enterprise akan bergeser pada penerapan AI yang aman, tepercaya, dan patuh terhadap regulasi lokal melalui ekosistem open source yang kuat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA