Selain Indonesia, negara lain yang masuk dalam daftar ekspansi ini antara lain Thailand, Filipina, Belanda, dan Selandia Baru. Paket ini tetap menawarkan pengalaman menonton khas Netflix, namun dengan penyisipan iklan di sela-sela tayangan.
Amy Reinhard, President of Advertising Netflix, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan upaya perusahaan untuk memberikan fleksibilitas harga bagi anggota sekaligus membuka ruang bagi pengiklan lokal untuk menjangkau audiens yang sangat aktif.
"Kami melihat potensi pertumbuhan yang sangat besar dan semakin optimistis menyambut masa depan," ungkap Reinhard. Meskipun jadwal peluncuran telah ditetapkan, detail mengenai harga spesifik dan struktur paket untuk pasar Indonesia baru akan diumumkan dalam beberapa bulan mendatang.
Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2022 di 12 negara, bisnis iklan Netflix menunjukkan performa yang impresif. Saat ini, layanan beriklan tersebut telah menjangkau lebih dari 250 juta pengguna aktif bulanan di seluruh dunia. Menariknya, lebih dari 60% pelanggan baru pada kuartal pertama tahun ini memilih paket dengan iklan.
Netflix juga memproyeksikan pendapatan iklan mencapai USD3 miliar pada tahun ini, atau melonjak dua kali lipat dibandingkan tahun 2025. Untuk mendukung ekosistem ini, Netflix mulai memanfaatkan teknologi AI guna menciptakan pengalaman iklan yang lebih interaktif dan efektif.
Kedepannya, pengiklan juga akan mendapatkan akses ke format iklan baru melalui podcast dan video vertikal mulai tahun 2027.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News