Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga Kemenko PMK Woro Srihastuti dala Warsito dalam sesi talkshow di peluncuran AKSI Digital di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026 (Foto: Medcom/Fany Wirda)
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga Kemenko PMK Woro Srihastuti dala Warsito dalam sesi talkshow di peluncuran AKSI Digital di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026 (Foto: Medcom/Fany Wirda)

Cerdas Ber-AI Dimulai dari Rumah, Kemenko PMK Ajak Keluarga Jadi Benteng Utama Karakter Anak

Muhammad Syahrul Ramadhan • 10 Februari 2026 16:32
Ringkasnya gini..
  • Melalui program Asta Mantra Keluarga, pemerintah mendorong penguatan karakter dan literasi digital yang dimulai dari rumah.
  • Kemenko PMK menggalakkan program '1 Jam Bersama Keluarga'.
  • Pembatasan gawai tidak boleh dilakukan secara sepihak atau kasar.
Jakarta: Tantangan pengasuhan anak di era digital kian kompleks. Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK, Woro Srihastuti, menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dalam menciptakan lingkungan digital yang sehat. 
 
Melalui program Asta Mantra Keluarga, pemerintah mendorong penguatan karakter dan literasi digital yang dimulai dari rumah.
 
Woro Srihastuti mengungkapkan fakta yang mengkhawatirkan terkait ancaman dunia maya terhadap anak-anak di Indonesia. Saat ini, Indonesia menduduki peringkat kedua di Asia dan peringkat ketiga di dunia dalam kasus pornografi anak.

"Kondisi ini merupakan alarm keras bagi kita semua. Bekali anak dengan literasi digital yang mumpuni agar mereka mampu memilah mana yang bermanfaat dan mana yang membahayakan," tegasnya. 
 
Oleh karena itu, pengurangan durasi penggunaan gawai (screen time) menjadi salah satu target utama pemerintah demi melindungi kesehatan mental dan moral generasi muda.

#SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga untuk Membangun Bonding dan Ruang Aman


Sebagai solusi konkret, Kemenko PMK menggalakkan program '1 Jam Bersama Keluarga'. Program ini dirancang untuk menciptakan ruang aman bagi anak tanpa intervensi gawai, sehingga orang tua dan anak dapat membangun kedekatan emosional atau bonding yang kuat.
 
Namun, Woro mengingatkan bahwa pembatasan gawai tidak boleh dilakukan secara sepihak atau kasar. "Pembatasan yang kaku secara tiba-tiba sering kali membuat anak memberontak. Jika mereka merasa terlalu ditekan, anak cenderung akan mencuri-curi kesempatan untuk menggunakan gawai di luar pengawasan," jelasnya.
Solusi yang ditawarkan adalah melalui kesepakatan bersama. Orang tua diajak untuk berdiskusi dan membuat aturan yang disetujui oleh anak agar batasan tersebut dapat terealisasi dengan penuh kesadaran, bukan karena paksaan.
 
Menutup pernyataannya, Woro Srihastuti menegaskan bahwa cita-cita mewujudkan masyarakat yang cerdas dan bijak ber-AI dan ber-internet hanya bisa terwujud jika pondasinya dimulai dari keluarga sendiri. Dengan pengawasan yang tepat dan literasi yang cukup, teknologi digital akan menjadi alat pendukung kemajuan, bukan perusak karakter.
 
Kemenko PMK berharap kolaborasi antara pemerintah, platform digital, dan seluruh lapisan masyarakat dapat terus diperkuat guna menjamin tumbuh kembang anak-anak Indonesia yang tangguh di masa depan.
 
(Fany Wirda Putri)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA