Langkah ini menandai transisi penuh Xiaomi ke sistem operasi baru, HyperOS, yang kini menjadi platform utama untuk perangkat smartphone hingga ekosistem pintar perusahaan.
Dikutip dari laporan GizmoChina, penghentian MIUI terjadi setelah dua perangkat terakhir yaitu Redmi A2 dan Redmi A2+ tidak lagi menerima pembaruan software. Keduanya sebelumnya masih mendapatkan patch keamanan dan update minor, dengan update terakhir tercatat pada Desember 2025.
Dengan berakhirnya dukungan ini, MIUI secara resmi masuk status end-of-life (EOL), sekaligus mengakhiri siklus hidup sistem yang telah digunakan ratusan juta pengguna di seluruh dunia.
MIUI bukan sekadar antarmuka Android biasa. Sistem ini pertama kali dirilis pada 2010 sebagai custom ROM berbasis Android 2.2, bahkan sebelum Xiaomi meluncurkan smartphone pertamanya.
Pendekatan berbasis komunitas membuat MIUI cepat populer, terutama karena update beta mingguan, fitur kustomisasi mendalam, dan yang paling dikenal adalah dukungan modding dan rooting.
Seiring waktu, MIUI berkembang menjadi salah satu UI Android paling banyak digunakan, dengan lebih dari 500 juta pengguna aktif bulanan pada puncaknya.
Fitur khas seperti Dual Apps, Second Space, hingga App Lock menjadi bagian identitas MIUI yang membedakannya dari Android stock.
Keputusan menghentikan MIUI bukan tanpa alasan. Xiaomi menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan ratusan juta perangkat dari berbagai kategori, mulai dari smartphone hingga perangkat IoT.
MIUI dinilai tidak lagi mampu mendukung kebutuhan ekosistem yang semakin kompleks. Sebagai gantinya, Xiaomi mengembangkan HyperOS, yang dirancang sebagai sistem terintegrasi lintas perangkat.
HyperOS dibangun di atas kombinasi Android, sistem IoT internal Xiaomi (Vela), dan kernel Linux. Sistem ini diklaim menawarkan performa lebih efisien, penggunaan resource lebih ringan, dan integrasi lintas perangkat.
Salah satu fitur utama adalah HyperConnect, yang memungkinkan perangkat Xiaomi saling terhubung secara real-time. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi Xiaomi “Human x Car x Home”.
Pengembangan HyperOS sebenarnya telah dimulai sejak 2014, dengan riset lanjutan pada 2017. Xiaomi kemudian resmi memperkenalkan sistem ini pada 2023, bersamaan dengan peluncuran seri Xiaomi 14. Sejak saat itu, jutaan perangkat telah diperbarui dari MIUI ke HyperOS secara bertahap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News